Kisah Anak SMP Jadi Mualaf Hingga Ajak Keluarga Masuk Islam

Tegar
Sumber :
  • YouTube

VoxPop – Immanuel Tegar Wibowo, menjadi mualaf dan memeluk Islam ketika masih duduk di kelas 2 SMP. Ketertarikannya pada Muslim berawal dari lingkungannya yang mayoritas beragama Islam, bahkan dia tinggal di dekat masjid. 

img_title Kisah Perjalanan Spiritual Robert Bauer: Eks Timnas Jerman yang Putuskan Mualaf Usai Bertemu Sang Istri

Ketika bulan Ramadhan tiba, dia kerap nongkrong dengan teman-temannya yang Muslim. Saat teman-temannya pergi ke masjid untuk salat Tarawih, dia hanya seorang diri menunggu teman-temannya pulang salat. 

Dari situlah, Tegar mulai bertanya pada teman-temanya tentang Islam. Merasa tertarik, Tegar yang sebelumnya beragama Kristen Katolik, meminta izin pada ibunya untuk masuk Islam. 

img_title Masih Ingat Wolfgang Pikal? Eks Asisten Pelatih Alfred Riedl di Timnas Indonesia

Singkat cerita, sang ibu akhirnya mengizinkan Tegar memeluk Islam, bahkan memberikan dukungan penuh, meski dirinya beragama lain. Sang ibu, bahkan meminta Tegar agar masuk pesantren agar bisa menjadi ustaz. 

Setelah masuk pondok pesantren, setahun sekali Tegar pulang ke rumah. Di saat itulah, dia mulai bercerita pada sang ibu tentang Islam dan mengajaknya untuk ikut jadi mualaf. 

img_title Titik Balik Hercules, Dari Sosok yang Ditakuti di Tanah Abang hingga Pilih Jadi Mualaf dan Jalani Babak Baru Kehidupan

Sang ibu tidak langsung tertarik, dia merasa keberatan jika harus melaksanakan salat 5 waktu, terlebih dirinya punya masalah sakit di kaki. Namun, Tegar tidak menyerah begitu saja. Hingga akhirnya perjuangan Tegar membuahkan hasil dan sang ibu mau menerima Islam. 

Pada suatu hari ketika Tegar berada di pesantren, sang ibu menelepon dan mengatakan dia mau masuk Islam. 

"Gar Mama mau masuk Islam," ujar sang mama pada Tegar yang bercerita di Youtube Ngaji Cerdas, dikutip VoxPop, Selasa 2 November 2021. 

Tegar tidak langsung senang mendengar perkataan ibunya, dia mempertanyakan alasan mengapa sang ibu berubah pikiran, mengingat perjuangannya yang begitu alot untuk membujuk sang ibu. 

"Kok mama mau masuk Islam, kenapa? Tapi bener-bener ya mama, nanti gak salat. Katanya males salat, dulu males masuk Islam karena males salat," kata Tegar masih meragukan. 

"Gak lah pasti salat," jawab sang mama mantap. 

Keesokan paginya ketika Tegar bangun tidur, ibunya mengirimkan tiga video. 

"Yang pertama dikirim video adik saya Syahadat. Di situ dua adik kecil saya. Saya sedih ngeliat anak kecil gitu kan Syahadat. Terus dikirim lagi video ketiga pas mama Syahadat. Di situ saya seneng," tuturnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut