18 Takhayul dari Seluruh Dunia, Nomor 4 Paling Mengerikan
- pixabay
11. “Mengunyah Permen Karet di Malam Hari” – Turki
Pernahkah kamu memiliki ketakutan irasional karena secara tidak sengaja memakan daging mati? Nah, di Turki, diperkirakan bahwa, setelah gelap, permen karet berubah secara Ajaib seperti mogwai dalam film Gremlins yang berubah menjadi monster tituler jika mereka makan setelah tengah malam menjadi daging orang mati.
12. “Jumlah Empat” – Cina
Seperti yang telah kita lihat dengan angka-angka seperti tiga belas dan tujuh, angka-angka sering kali diberi signifikansi atau status magis yang berbeda tergantung pada budaya yang bersangkutan. Untuk orang Cina, angka "empat" adalah tidak, karena kesamaan dalam pengucapannya, dalam bahasa Cina, dengan kata untuk "kematian."
13. “Menulis Surat Cinta untuk Juliet Capulet” – Verona, Italia
Dalam "Romeo dan Juliet" karya Shakespeare, anggota laki-laki dari pasangan kekasih yang terkutuk itu diketahui sering berada di kaki balkon Juliet untuk mengirimkan permohonan malam dan pesan cintanya. Di 'Casa di Giuletta' di Verona Italia, tempat keluarga 'Capuleti' seharusnya tinggal di 'Via Capello 23,' pengunjung dapat menulis surat cinta mereka sendiri dan bahkan menggosok payudara kanan patung Juliet di dekatnya. Ini semua dilakukan dengan harapan mendapatkan bantuannya seperti Romeo di masa lalu, bahkan jika pasangan itu sendiri tidak seberuntung itu.
14. “Kutukan Mata Jahat” – Mediterania dan Timur Tengah
Sudah menjadi kepercayaan umum mencakup Mediterania, Timur Tengah, dan Asia Selatan yang telah dipegang selama ribuan tahun bahwa untuk mencapai terlalu banyak kesuksesan berarti mengundang kemarahan atau mengilhami kecemburuan para dewa, yang kemudian akan memukul individu yang tidak beruntung itu dengan pembalikan keberuntungan. Menanggapi ketakutan akan kutukan ini, orang-orang di seluruh Mediterania kuno mulai membuat jimat dan manik-manik dengan gambar 'mata jahat', kadang-kadang disebut sebagai nazar, yang kemudian akan membantu menangkal nasib buruk yang mengerikan itu.
15. “Menyelipkan Jempol di Dalam Pemakaman” – Jepang
Seperti ketakutan akan kata "empat" di Cina yang bergantung pada kesamaan, dalam pengucapannya, dengan kata Cina untuk "kematian", orang Jepang juga menyelipkan ibu jari mereka ketika di kuburan mengunjungi makam kerabat yang sudah meninggal. Ini berasal dari hubungan antara kata Jepang untuk "jempol" dan artinya sebagai "jari induk". Maka, menyelipkan ibu jari ke dalam kuburan berarti melindungi orang tua dari kematian.
