Keutamaan Sholat Berjamaah, Akan Mendapat Jaminan dari Allah SWT

Ilustrasi sujud/sholat
Sumber :
  • Freepik/rawpixel.com

VoxPop – Keutamaan sholat berjamaah sangat beragam. Sebagai umat muslim, kita dianjurkan untuk melakukan ibadah sholat fardhu 5 waktu. Sebenarnya, sholat di sendiri maupun sholat berjamaah akan mendapatkan pahala. Namun, apabila seorang muslim melaksanakan sholat berjamaah apalagi sholat berjamaah di masjid akan mendapatkan keutamaan yang luar biasa.

img_title Jadwal Ibadah Salat, Rabu 18 Maret 2026 untuk Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya

Hukum melaksanakan sholat berjama’ah

Sholat tepat waktu

Photo :
  • U-Report
img_title Keutamaan Sholat Tarawih, Amalan Sunnah Penuh Pahala di Bulan Ramadhan

Para ulama memiliki perbedaan pendapat tentang bagaimanakah hukum melaksanakan sholat secara berjama’ah. Melansir dari situs Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, berikut beberapa pendapat dari para ulama tersebut :

Sebagian ulama dari madzab Syafi’i dan Maliki menyatakan bahwa hukum dari sholat berjama’ah itu yaitu fardhu kifayah, sedangkan sebagian ulama yang lainnya menyatakan bahwa hukum sholat berjama’ah adalah sunnah muakkad.

img_title Muannas Kecam Pandji Pragiwaksono, Materi Stand Up Dinilai Jadikan Sholat Bahan Lelucon

Para ulama dari Madzab Hanafi menyatakan bahwa hukum sholat berjama’ah itu adalah wajib. Sementara menurut para ulama dari madzab Hambali menyatakan bahwa hukum sholat berjama’ah adalah fardhu ain bagi setiap muslim laki-laki yang telah baligh dan akan mengakibatkan dosa apabila mereka meninggalkannya.

Sementara Hasan bin Ahmad al-Kaf merinci hukum sholat berjamaah menjadi tujuh hukum. Dikutip dari islam.nu.or.id, berikut hukum sholat berjamaah.

  1. Fardhu a’in. Ini merupakan hukum wajib berjamaah sholat Jumat bagi kaum laki-laki. Sehingga jika sholat Jumat tidak dilaksanakan secara berjamaah maka hukumnya pun tidak sah. 
  2. Fardhu kifayah. Hukum ini adalah kewajiban kolektif dalam artian jika sudah ada sebagian masyarakat yang mengerjakan sholat berjamaah, kewajiban masyarakat lainnya sudah gugur. Sebaliknya, jika tidak ada yang mengerjakannya, seluruh masyarakat bisa berdosa. 
  3. Sunnah. Ini seperti sholat berjamaah Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Istisqa dan sebagainya. 
  4. Mubah. Ini adalah sholat jamaah yang dilakukan dalam sholat-sholat yang tidak disyariatkan untuk berjamaah seperti sholat dhuha dan sholat rawatib (sebelum dan sesudah sholat). 
  5. Khilaful Ula. Ini adalah ketika terjadi perbedaan niat antara imam dan makmum semisal imam berniat sholat bukan qadha (ada’) sementara makmum berniat qadha, atau sebaliknya. 
  6. Makruh. Hal ini jika seseorang melakukan sholat berjamaah dengan imam yang fasik. 
  7. Haram. Yakni seperti sholat berjamaah yang dilakukan di atas tanah hasil rampasan atau diperoleh dari cara yang tidak halal, di lokasi ghosob (tanpa izin) walaupun secara hukum, sholatnya tetap sah.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut