15 Hal Mengejutkan yang Ditemukan Para Ilmuwan Terkubur di Gurun Pasir
- The Independent
8. Kolmonskop yang Tertinggal
Kota Kolmanskop didirikan di Gurun Namibia setelah ditemukannya berlian yang tergeletak di atas pasir oleh seorang pekerja pada tahun 1908. Sebagai hasil dari penemuan tersebut, ratusan keluarga Jerman pindah ke daerah tersebut untuk mencoba dan menghasilkan kekayaan.
Kota Kolmanskop dengan cepat tumbuh menjadi kota Jerman yang berfungsi penuh dan kaya. Penduduk membangun pembangkit listrik, sekolah, teater, rumah sakit, dan pabrik es. Kota ini dianggap penting secara historis karena merupakan situs sistem trem Afrika dan bahkan membanggakan stasiun sinar-x pertama di belahan bumi selatan.
Sayangnya, kota itu ditinggalkan pada tahun 1954 ketika berlian yang lebih kaya ditemukan lebih jauh ke selatan dan nilai keseluruhannya turun setelah Perang Dunia pertama. Sejak itu, bangunan-bangunan itu secara bertahap ditelan oleh gurun, dan sejak itu menjadi daya tarik wisata yang dilestarikan hanya karena relevansi sejarahnya.
7. Peta Harta Kuno Ditemukan Di Dalam Gulungan Laut Mati
Penemuan Gulungan Laut Mati antara tahun 1946 dan 1956 dianggap sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar dalam sejarah. Gulungan Tembaga hanyalah salah satu dari 981 teks, tetapi signifikansinya dianggap sangat istimewa karena fakta bahwa itu dimaksudkan sebagai peta harta karun. Menariknya, bahasa Ibrani yang tertulis di dalamnya berbeda dengan bahasa Ibrani kuno yang ditemukan di teks-teks lainnya karena ini adalah dialek yang lebih umum digunakan ratusan tahun kemudian.
Teks Gulungan Tembaga adalah inventaris 64 lokasi yang berisi berton-ton emas dan perak. Petunjuknya sangat spesifik, dengan petunjuk di mana harus menggali, jarak yang diharapkan untuk digali, dan bahkan isi harta karun itu. Sayangnya, tidak ada bukti yang mendukung keberadaan harta karun ini, tetapi masih ada ekspedisi berkelanjutan yang didedikasikan untuk menemukan keberadaannya.
6. Peradaban Lengkap Di Bawah Guru Sahara
Setelah jatuhnya diktator Libya Kolonel Gadaffi, citra satelit mengungkapkan reruntuhan peradaban kuno maju yang telah lama hilang yang ada sebelum dan selama zaman Romawi. Reruntuhan itu milik peradaban "Garamantes" yang telah lenyap, yang budayanya sangat maju.
Garamantes membangun jaringan terowongan dan lubang bawah tanah untuk menambang air fosil dari bawah pasir gurun. Benteng-benteng skala besar berada dalam keadaan terorganisir, memanfaatkan kota, desa, bahasa tertulis dan bahkan memelopori pendirian berbagai oasis di padang pasir. Jauh berbeda dari pengembara barbar pengembara yang berkeliaran di perbatasan Kekaisaran seperti yang dijelaskan oleh para sarjana Romawi.
