Fakta Unik Ikan Arapaima, Bisa Bertahan Hidup 24 Jam di Luar Air

ilustrasi ikan Arapaima gigas
Sumber :
  • Citron/Wikimedia

Lidah dan gigi mereka yang tajam dan bertulang, dikombinasikan dengan gigi di langit-langit langit-langit mulut mereka, memungkinkan mereka untuk melemahkan dan mencabik-cabik mangsanya. Arapaima dapat dengan mudah mencari makan di daerah rendah oksigen di mana ikan yang bernafas dengan insang dipaksa untuk melambat. 

img_title Deretan Fakta Ajang Pemilihan Seleksi Paskibraka Pemprov Sulsel 2026, Dugaan Kecurangan hingga Isu Transparansi

Mereka juga dapat menggunakan semburan kecepatan pendek untuk menyerang mangsa potensial yang mengenai permukaan air. Di Kebun Binatang Nasional Smithsonian, makanan mereka terdiri dari herring, cumi-cumi, smelt, udang, buah dan gel.

Reproduksi dan Pengembangan

img_title Deretan Fakta Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, Ternyata Ini Penyebabnya!

Selama musim kemarau antara Februari dan Maret, arapaima bertelur ribuan telur di sarang dengan panjang sekitar 70 sentimeter dan kedalaman 25 sentimeter yang dilubangi di pasir oleh siripnya. Telur menetas pada awal musim hujan (antara Oktober dan November), yang memungkinkan burayak (bayi ikan) mengumpulkan makanan. 

Diperkirakan juga terjadi inkubasi mulut. Jantan melindungi burayak dengan menarik mereka ke dalam mulutnya yang datar dan panjang dan memindahkannya ke lokasi lain jika pemangsa terlalu dekat. Kematangan seksual dicapai setelah sekitar 4 atau 5 tahun.

img_title Dari Firasat ke Fakta berkat Alat Deteksi Dini Digital

'Cod dari Amazon'

Ikan Arapaima.

Photo :
  • U-Report

Dikutip dari NationalGeographic, Arapaima gigas telah lama diyakini sebagai satu-satunya spesies arapaima, tetapi pada tahun 2013 para ilmuwan membuktikan bahwa ada spesies ikan lain. Sejak itu, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa mungkin ada lima atau lebih spesies arapaima.

Kadang-kadang disebut sebagai "cod of the Amazon," arapaima dianggap sebagai ikan makanan yang sangat baik dan telah menyediakan sumber protein penting di Amazon selama berabad-abad. Penduduk setempat sering mengasinkan dan mengeringkan daging, yang dapat disimpan tanpa membusuk, penting di daerah dengan sedikit pendinginan.

Kedekatannya dengan permukaan air membuat arapaima rentan terhadap pemangsa manusia, yang dapat dengan mudah menargetkan mereka dengan tombak. Jumlah mereka telah menurun secara dramatis di seluruh wilayah terutama karena penangkapan ikan yang berlebihan. Dalam beberapa tahun terakhir, praktik pengelolaan baru yang melibatkan komunitas nelayan lokal di Brasil telah meningkatkan populasi arapaima.

Arapaima tidak hanya tumbuh besar, mereka juga menunjukkan tingkat pertumbuhan tercepat yang diketahui pada ikan apa pun. Hal ini membuat arapaima menjadi spesies yang ideal untuk bertani. Arapaima telah diperkenalkan sebagai spesies akuakultur ke sungai-sungai lain di Amerika Selatan tropis. Ini juga telah diperkenalkan untuk olahraga memancing di Thailand dan Malaysia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut