Berasal dari Festival Kuno, Berikut Sejarah Halloween yang Identik dengan Kostum dan Labu
- Realm of History
Saat itu, Paus Gregorius III menetapkan 1 November sebagai waktu untuk menghormati semua orang kudus atau All Saints Day dengan memasukkan beberapa tradisi Samhain.
Nah, malam sebelum All Saints Day dikenal sebagai All Hallows Eve yang kini populer dengan Halloween.
Perayaan Halloween
- History
Di Amerika Serikat, perayaan Halloween identik dengan labu kuning (Cucurbita moschata) yang berukuran besar dan berwarna kuning atau oranye yang digunakan sebagai dekorasi rumah.
Hal ini karena, perayaan Halloween di Amerika Serikat bertepatan dengan masa panen labu kuning di seluruh negeri. Jadi, labu kuning yang punya tekstur empuk, akan diukir atau crafting menjadi wajah Jack O’Lantern dan dikeluarkan isi biji labunya, agar bisa dipasangi lilin atau lampu.
Menurut kepercayaan masyarakat Amerika Serikat pada masa itu, Jack O’Lantern adalah arwah yang berkeliaran sambil membawa lentera karena dirinya berhasil menipu iblis agar tidak dimasukkan ke dalam neraka.
Ilustrasi Halloween.
- Freepik/senivpetro
Jadi, cerita legenda tersebut tetap bertahan dengan ukiran labu yang bercahaya sebagai dekorasi seram saat perayaan Halloween.
Saat ini, tradisi mengukir labu saat Halloween banyak ditiru oleh masyarakat dari negara lain.
Seiring waktu, Halloween berkembang menjadi hari kegiatan menyenangkan seperti trik-or-treating, mengukir labu atau jack-o-lantern, menggelar pesta biasa hingga mewah dengan mengenakan beragam kostum, dan lainnya. Semua merayakan Halloween dengan cara masing-masing.
