Sukses Digelar Usai Pandemi, JFW 2023 Beri Sinyal Positif Geliat Industri Fashion
- ist
“Panggung JFW bisa dikatakan semakin inklusif namun disertai segmentasi yang semakin tegas. Ada bibit-bibit bakat muda dari sekolah-sekolah mode, desainer indie, modest, ready-to-wear, sampai desainer couture. Kami juga melihat antusiasme yang semakin tinggi untuk desainer daerah atau yang mengangkat keunikan daerah. Misalnya saja, show dari
Dekranasda NTT yang menarik hampir 17 ribu viewers saat disiarkan live,” ungkap Svida.
“Sementara itu, overall favorite tetap Dewi Fashion Knights dengan total impression yang nyaris mencapai satu juta, disusul dengan show persembahan kolaborasi kami dengan KOCCA Indonesia (Korea Creative Content Agency) di angka hampir 400 ribu,” papar Svida.
Mengingat telah dikuranginya pembatasan akibat pandemi, Svida menjanjikan lebih banyak kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan fashion Indonesia hingga ke luar Asia Tenggara di masa depan.
“Industri nasional sudah siap untuk kembali menggebrak. Hal ini bahkan terlihat dari koleksi dan looks yang ditunjukkan. Tidak ada lagi slouchy hair, semua riasan serba sleek, siap lepas landas. Potongan pakaian juga kembali terlihat lebih eksperimental dengan warna-warna urban yang mencolok. Akhirnya era lounge wear memudar - ini tanda untuk kita kembali beraktivitas, kembali menjalin kolaborasi,” tutup Svida.
Bicara tentang beauty trend, Qiqi Franky yang didapuk sebagai Makeup and Hairdo Director mengungkap bahwa tata rias yang dihadirkan dalam JFW 2023 menonjolkan keunik sangat beragam, bisa dikategorikan sebagai beauty, edgy, wedding, tribe, avantgarde.
“Namun, untuk tampilan sehari-hari masih adaptable dan relevan. Apa pun total look yang dihasilkan tetap mencirikan kecantikan khas Indonesia, tidak membuat model kehilangan karakternya,” kata Qiqi.
Ia mengakui bahwa tahun ini mendapatkan pengalaman berbeda dari sebelumnya. Selain tempat baru dan cara kerja berbeda, ia harus mengeksplorasi gaya dan tampilan untuk mendukung tampilan panggung karya 126 desainer menggunakan produk Make Over.
“Desainer-desainer Indonesia sangat keren, demikian pula Make Over yang saat ini memiliki inovasi lebih banyak lagi. Make Over sebagai produk Indonesia bisa disejajarkan dengan produk dari luar (negeri). Hasilnya spektakuler dan sangat bagus di kulit setiap model,” kata Qiqi.
