Produksi Rendah, Cara Ini Dilakukan Demi Tingkatkan Produktivitas dan Kualitas Susu Indonesia

Ilustrasi susu.
Sumber :
  • Freepik/freepik

Nantinya, para pemenang akan diberangkatkan ke Belanda untuk mengikuti studi banding dan pembelajaran terkait praktik manajemen peternakan sapi perah yang baik bersama peternak lokal Belanda, pada bulan September 2023 mendatang.

img_title Airlangga: Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Bebas Pajak untuk 6 Bulan ke Depan

"Melalui program ini, diharapkan dalam tiga tahun ke depan, para peserta FFI Young Progressive Farmer Academy dapat mengembangkan bisnisnya hingga skala medium dengan 10-20 ekor sapi perah laktasi," tutur Andrew. 

img_title Dapat Jaminan dari Industri soal Bahan Baku Plastik, Menperin Dorong Lepas Tertergantungan Impor

"Peningkatan skala bisnis ini memungkinkan peternak untuk melakukan efisiensi biaya dengan penerapan teknologi praktis di kandang, seperti penggunaan mesin perah dan silase untuk pakan. Penerapan peternakan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan akan mudah diaplikasikan. Diharapkan, peningkatan skala peternakan ini juga akan mendorong kenaikan pendapatan sampai 50 persen," imbuhnya. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Putu Juli Ardika, mengatakan rendahnya produksi susu di dalam negeri membuat Indonesia masih sangat tergantung pada impor bahan baku susu. Saat ini hanya 20 persen bahan baku susu yang tersedia di dalam negeri sehingga 80 persen sisanya masih harus diimpor. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembenahan di hulu. 

img_title Pengalihan Impor Bahan Baku Gula Rafinasi dari Swasta ke BUMN Diprotes, Ini Sebabnya

Masalah utama dalam pengembangan produksi susu segar dalam negeri (SSDN) adalah masih sedikitnya populasi sapi perah di Indonesia (592 ribu ekor), rendahnya produktivitas sapi perah rakyat (8-12 liter/ekor/hari) dan tingginya rasio biaya pakan dengan hasil produksi susu (0,5-0,6). 

Selain itu, pengembangan produksi susu segar juga dihadapkan pada terbatasnya lahan untuk kandang dan pakan hijauan, minimnya kepemilikan sapi perah peternak rakyat (2-3 ekor per peternak), biaya pembesaran (rearing) anakan sapi perah yang cukup mahal, kurangnya pemahaman peternak rakyat akan Good Dairy Farming Practices (GDFP), serta masih minimnya minat anak muda untuk menjadi peternak.
 
"Sebagai kontribusi nyata industri pengolahan susu, program FFI Young Progressive Farmer Academy akan mendorong peningkatan produksi susu nasional melalui peningkatan skala bisnis peternak tradisional, produktivitas para peternak ini akan meningkat dan pada akhirnya ikut meningkatkan kesejahteraan mereka," ucap Putu Juli Ardika.

USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH NASIONAL

Photo :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (Direktorat PPHNak) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Tri Melasari, juga mengapresiasi karena program ini ikut berkontribusi dalam upaya pemerintah meningkatkan produksi berkelanjutan peternakan sapi perah di Indonesia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut