Inspiratif, Cara Pria Ini Bantu Ekosistem Musik di Indonesia

Miftah Faridh
Sumber :
  • dok pri

JAKARTA – Sebuah kisah inspiratif lahir dari seorang pria berkepala dingin, Miftah Faridh Oktofani, kelahiran Balikpapan. Bagaimana seorang programmer berhasil mengubah jalannya menuju kesuksesan di dunia entertainment? Pertanyaan itu pun terjawab seiring berjalannya waktu.

img_title Purbaya: Realisasi Anggaran MBG Capai Rp 101,1 Triliun hingga Akhir Kuartal II-2026

Lebih dari 10 tahun yang lalu, Miftah Faridh Oktofani memulai perjalanan kariernya sebagai programmer dengan mendirikan perusahaan software pertamanya. Scroll lebih lanjut ya.

Software-software yang ia kembangkan selalu berfokus pada bidang hiburan. Namun, siapa sangka, perjalanan itu hanya sebatas titik awal dari keberhasilan yang akan datang.

img_title Kasus Konten Kreator Rekam SPG Diam-Diam Jadi Sorotan, Habiburokhman Mendorong Korban Laporkan ke Polisi

Pada tahun 2017, terjalinlah sebuah kolaborasi yang luar biasa antara Gustiranda Mopili (Evan) dan Miftah Faridh Oktofani (Faridh). Mereka berdua bersama-sama mendirikan PT Indonesia Digital Ent, yang saat ini telah menjadi Google Vendor dan YouTube Partner Indonesia. Perusahaan ini menjadi pijakan kokoh bagi kesuksesan mereka di bidang digital.

Namun, tidak puas dengan pencapaian yang telah diraih, Miftah Faridh Oktofani yang kini menjabat sebagai CBDO (Chief of Business Development) PT IDE, memutuskan untuk mengambil langkah lebih jauh. Ia mendirikan PT Trinusa Sosialoka Indonesia, sebuah anak perusahaan yang saat ini menjadi mitra Google Ads.

img_title Konten Kreator Emanuel Bryan Akhirnya Minta Maaf Usai Diduga Rekam SPG Diam-diam Hingga Tuai Kritik

"PT. Trinusa Sosialoka Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Sosialoka Indonesia memiliki peran penting dalam membantu label rekaman besar di Indonesia, seperti Musica Studio, Sony Music, MyMusic, dan label-label besar lainnya. Mereka menjadi mitra yang handal dalam mempromosikan rilisan-rilisan terbaru melalui kampanye iklan," katanya dalam keterangan tertulis.

"Tak hanya itu, Sosialoka Indonesia juga memiliki sistem laporan iklan yang sangat canggih. Sistem ini memungkinkan laporan yang disajikan secara real-time, baik melalui Google Ads maupun Meta Ads. Keberadaan sistem laporan ini tentunya sangat bermanfaat bagi label rekaman di Indonesia. Mereka dapat dengan mudah memantau perkembangan audiens mereka, serta tim pemasaran dapat menganalisis data demografi yang disajikan untuk merumuskan strategi dengan lebih cepat," sambungnya.

Pada tahun 2020, dunia terkejut dengan munculnya pandemi yang mengubah banyak aspek kehidupan. Para konten kreator, terutama musisi cover di Indonesia, terpaksa harus mencari cara untuk terus berkarya dari rumah. Namun, Faridh sebagai CEO Sosialoka Indonesia melihat potensi masalah yang timbul dari situasi tersebut, terutama dalam hal pelanggaran hak cipta dan pencurian aset lagu yang bisa merugikan para musisi cover itu sendiri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut