Apa Itu Entrepreneur dan Karakteristiknya
Lantas, apakah pendiri UMKM bisa disebut wirausaha? Ya, tentu saja!
Jenis Entrepreneur
Tidak semua entrepreneur bisa membuat kesepakatan. Mereka memiliki motivasi, nilai, dan cara untuk mencapai tujuan mereka. Menurut BusinessTown, ada empat jenis entrepreneur, diantaranya adalah:
1. The World Changer
The world changer dalam bahasa Indonesia berarti pengubah dunia. Pengusaha seperti itu memulai bisnis untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Mereka percaya bahwa bisnis mereka dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Mereka memahami konsep masyarakat, keseimbangan dan empati. Mereka tidak terlalu peduli dengan pekerjaan mereka sendiri. Mereka lebih fokus pada apa yang harus diberikan kepada masyarakat. Sehingga mereka tidak terlalu memikirkan waktu kerja dan biaya yang dikeluarkan.
Tipe entrepreneur seperti ini adalah sociopreneur, dimana mereka akan membangun ide bisnis melalui isu-isu sosial, sehingga memberikan solusi dari permasalahan sosial.
2. The Survivor
Pernahkah kamu mendengar cerita tentang seorang karyawan yang meninggalkan perusahaannya untuk memulai bisnis?
Ya, tipe entrepreneur ini adalah jenis pengusaha yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Mereka telah bosan bekerja lama pada perusahaan mulai 5 hingga 9 tahun. Atau mereka memiliki pengalaman buruk ketika mereka bekerja dalam bisnis. Sehingga menumbuhkan semangat dalam dirinya untuk membangun sebuah usaha.
Oleh karena itu, orang yang selamat ingin membuat bisnisnya sendiri dengan caranya sendiri. Mereka ingin mandiri dan memperoleh kemandirian finansial. Sehingga apa yang dialami di tempat yang lama menjadi pengalaman baginya untuk memperbaiki kesalahan dari perusahaan sebelumnya.
3. Visioner
Entrepreneur yang memiliki kemampuan visioner. Mereka memiliki kemampuan untuk berpikir dan memandang jauh ke depan terkadang pikiran mereka muncul tidak seperti pikiran orang lain atau out the box untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain.
Visi bukan hanya tentang fokus pada masalah saat ini. Lebih dari itu, mereka juga berharap bisnisnya tetap bertahan di masa depan. Mereka bisa memikirkan bagaimana usaha yang mereka bangun bisa berkembang pada 10-15 tahun kedepan.
Salah satu pengusaha paling visioner adalah Steve Jobs. Ia mendirikan Apple pada tahun 1976. Namun, Apple saat ini tetap menjadi perusahaan besar di bidang teknologi.
