Buya Yahya Ungkap Arti Mengucapkan Selamat Hari Natal

Buya Yahya
Sumber :
  • Instagram @buyayahya_albahjah

JAKARTA  – Hari Natal telah tiba, di mana semua umat Nasrani bersuka cita merayakannya dengan berbagai cara, mulai dari beribadah ke gereja hingga dilanjut dengan acara kumpul keluarga. Di Indonesia sendiri tradisi Natal biasanya diisi dengan kegiatan menarik seperti mengadakan pertunjukan musik, tukar kado dengan keluarga dan sahabat, atau sekedar pergi berlibur ke tempat wisata.

img_title Tak Ada Keberkahan dalam Tipu Daya, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Besar Mencari Rezeki Hasil Menipu

Tetapi hal paling utama yang pasti dilakukan adalah memberikan ucapan selamat Hari Raya Natal bagi semua orang yang merayakannya. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan apakah boleh umat Islam, yang merupakan agama mayoritas penduduk Indonesia, mengucapkan selamat Hari Natal kepada umat Nasrani yang merayakan.

Biasanya, ucapan seperti itu dianggap sebagai sebuah toleransi beragama mengingat semua orang hidup berdampingan. Tetapi di sisi lain, ada juga yang meyakini dalam Islam mengucapkan Natal hukumnya adalah haram dan dilarang.

img_title Waktu Subuh Sebentar Lagi Tiba, Masih Bolehkah Melakukan Shalat Tahajud? Begini Anjuran Buya Yahya

Buya Yahya.

Photo :

Untuk ini, Buya Yahya menjelaskan bahwa toleransi beragama yang sesungguhnya adalah dengan tetap menghargai orang lain tanpa memaksanya. Seperti halnya Natal, umat Islam juga punya Idul Fitri atau lebaran. Saat hari raya itu, maka umat muslim tidak boleh memaksa orang Nasrani merayakannya, begitu juga sebaliknya.

img_title Buya Yahya Ungkap 3 Cara Allah Menjawab Doamu, Ternyata Tak Selalu Sesuai yang Diminta

"Toleransi itu jangan paksa orang lain untuk ikutin kamu. Jadi gara-gara toleransi salah dalam penerapannya. Contohnya gini, toleransi kalau hari raya Idul Fitri, Anda jangan paksa karyawan Nasrani untuk ucapkan 'Selamat Hari Raya' atau memberikan bingkisan, kan begitu mestinya. Seperti pengajian, orang Nasrani tidak wajib," kata Buya Yahya, mengutip video di Youtube Al-Bahjah TV, Senin 25 Desember 2023.

Oleh karena itu, Buya Yahya menekankan bahwa toleransi berarti tidak ada paksaan dari siapapun termasuk memberikan ucapan selamat Natal maupun ikut merayakan. Sementara itu, alasan mengapa umat Islam tidak ikut merayakan atau dilarang memberikan ucapan karena Natal merupakan perayaan kelahiran Yesus Kristus, yang mana dalam ajaran Islam Yesus atau Nabi Isa AS adalah seorang nabi.

"Apa sih artinya mengucapkan 'Selamat Natal'? Mengucapkan itu artinya merayakan kelahiran Yesus yang Tuhan bagi umat Nasrani. Jadi kalau kita (umat Islam) jangan pusing karena di Nabi Isa bukan Tuhan bagi umat Islam," terangnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut