Kisah Mualaf Pendeta, Diam-Diam Baca Dua Kalimat Syahadat di Kamar Mandi
- Tangkapan layar
Harun, Pendeta yang jadi Mualaf
- Tangkapan layar
Akhirnya, Harun mencetak bacaan dua kaimat syahadat dan pergi diam-diam ke kamar mandi untuk membacanya. Ia membaca dua kalimat syahadat sendirian karena tidak mau diketahui oleh anggota keluarganya yang lain.
"Saya memegang kertas ini, kemudian saya pergi ke kamar mandi. Saya syahadat di kamar mandi sendiri. Saya mandi, kemudian sholat," ujarnya.
Tidak ada satupun anggota keluarga yang mengetahui keputusan Harun menjadi seorang mualaf. Hingga suatu hari sang bibi mengetahuinya karena mengangkat telepon dari sahabatnya di Arab Saudi. Dalam panggilan itu, dan sahabat tidak sengaja menyebut nama 'Harun' yang merupakan nama orang beragama Islam. Ia akhirnya terpaksa mengakui bahwa dirinya sudah menjadi mualaf.
Kejadian mengerikan pun sempat terjadi pada 11 September 2001 di mana ada serangan teroris yang mengguncang Amerika Serikat. Harun yang saat itu sedang berada di Arab Saudi mendapatkan telepon dari keluarganya di Amerika. Mereka terdengar sangat marah karena ada anggota FBI yang datang ke rumah mencari Harun.
Rupanya, ia dicurigai sebagai salah satu teroris yang meluncurkan serangan ke beberapa titik di New York an Washington DC. Tetapi, Harun menegaskan bahwa ia menjadi seorang muslim namun bukan berarti dirinya adalah seorang teroris. Ia pun meyakini serangan 9/11 itu bukan ulah umat Muslim.
"Satu yang ingin saya pastikan bahwa tidak mungkin saya merugikan keluarga saya. Peristiwa 11 September itu bukan perbuatan orang Islam," ujarnya.
