Lucu dan Unik, Ini 7 Topi Paling Populer Sepanjang Sejarah
- thecollector
VoxPop – Sejak awal peradaban, dan mungkin bahkan sebelumnya, topi telah mempunyai fungsi penting dalam masyarakat manusia. Didesain tidak hanya untuk alasan perlindungan namun juga untuk estetika, topi dikaitkan dengan mode populer, dikaitkan dengan sekelompok orang dan identitas nasional, serta kedudukan pemakainya di masyarakat.
Topi ini terbuat dari berbagai macam bahan, mulai dari kulit dan bulu hingga kapas, kain kempa, wol, dan bahkan plastik. Topi menjadi sentuhan akhir pakaian selama ribuan tahun. Gaya yang berbeda menjadi dominan di tempat dan waktu berbeda. Dikutip thecollector, berikut 7 topi terpopuler sepanjang sejarah.
1. Tudung Abad Pertengahan & Evolusinya menjadi Pendamping
Menjalani kehidupan di ladang di Eropa adalah praktik umum di antara sebagian besar penduduk Eropa selama abad pertengahan. Tudung pelindung merupakan hal yang umum, dan gaya pada saat itu melibatkan tudung dengan jubah kecil yang diikat di bagian depan.
Tudung itu sendiri sering kali memiliki ekor yang disebut liripipe dan dapat dibuat dari wol untuk memberikan kehangatan di musim dingin atau bahan yang lebih ringan untuk melindungi pemakainya dari sinar matahari selama bulan-bulan musim panas.
Namun, di dalam ruangan, tudung ini bersifat membatasi, terutama saat bersantai bersama teman sambil minum beberapa gelas bir. Mode yang populer adalah membalikkan tudung, menggulungnya, dan memakainya di kepala, dengan ekor tudung menggantung di samping. Dengan demikian, lahirlah penggunaan tudung sebagai topi, dan menjadi mode dominan di banyak wilayah Eropa abad pertengahan.
Dalam bahasa Inggris pada saat itu, ada perbedaan antara kedua gaya tersebut, dan pakaian tersebut secara umum dikenal sebagai pendamping jika dikenakan sebagai topi. Jika dipakai sebagai tudung, disebut saja tudung.
Gayanya menjadi lebih mencolok seiring berlalunya waktu, dan semakin banyak kain yang digunakan, serta desain yang lebih mewah untuk menunjukkan kemakmuran. Namun, pada tahun 1480-an, gaya ini mengalami kemunduran, dan meskipun pendamping terus dipakai, masa kejayaannya sebagai salah satu topi abad pertengahan paling populer telah berakhir.
