Rindukan Rasulullah, Tangis Haru Antarkan Sakiyem Masuk Raudhah
- vstory
Sembari mendorong kursi roda Ibu Sakiyem, Hikmah dan Erniwati bergumam, tentang apa yang mereka bicarakan usai Subuh, bahwa ingin masuk ke Raudhah.
“Masya Allah, Allah Maha Baik, langsung dimintakannya kita mengantarkan tamu-Nya ke Raudhah, padahal sebenarnya Ibu Sakiyem yang mengantarkan kita menuju Raudhah,” bisik Erniwati.
Raudhatun Jannah/Raudhah (Taman Surga) di Masjid Nabawi
- ANTARA FOTO/Aji Styawan
Kursi roda terus didorong mendekati pintu menuju Raudhah. Ketiganya mulai menangis tersedu menikmati kemudahan yang Allah berikan. Saat mulai antri masuk, dipersilakan menuju antrian khusus kursi roda, dilanjutkan kemudahan menuju tempat salat dalam Raudhah.
Tidak puas salat dan berdoa dari atas kursi roda, Ibu Sakiyem minta tolong dipapah sampai ke barisan (shaf) terdepan. Mereka meninggalkan kursi rodanya dibaris belakang.
Selanjutnya, masing-masing mengambil posisi untuk salat dan memanjatkan doa-doa, menikmati waktu berlama-lama bermunajat dan memohonkan syafaat Rasulullah di Yaumil Akhir kelak.
Takjub akan skenario Allah. Sebenarnya, dua malam sebelumnya, empat jurnalis perempuan yang tergabung sebagai petugas di Media Centre Haji (MCH) Daker Madinah, telah mendapat jadwal ke Raudhah pada pukul 23.00 WAS (Waktu Arab Saudi).
Raudhatun Jannah/Raudhah (Taman Surga) di Masjid Nabawi
- ANTARA FOTO/Aji Styawan
Tiba di Masjid Nabawi satu jam lebih awal, pada salah satu sudut Nabawi bertemu dua jemaah lansia berbeda embarkasi yang bingung dan harus diantar pulang ke hotel.
Kejadian ini membuat mereka yang sebenarnya sudah tiba di pintu antrian menuju Raudhah, menjadi terlambat. Sehingga, jatah masuk Raudhah bagi jemaah wanita malam itu telah usai. Semua harus bersabar menunggu jadwal berikutnya keluar.
Pertemuan dengan Sakiyem membawa berkah tersendiri. Keinginan dan kerinduan Sakiyem menyampaikan salam kepada Rasulullah dengan mengunjungi Raudah akhirnya juga mengantar Tim MCH ke Raudhah.
Usai berdoa dengan hati bahagia, Tim MCH melakukan scan barkode pada kartu identitas yang dimiliki Sakiyem, hingga terlihat alamat dan lokasi hotel penginapannya.
Lantas, mereka mengantarkan jemaah yang sehari-harinya menjual durian di kota Lombok ini langsung ke kamarnya di Hotel Zaza Regency untuk beristirahat.
Media Center Haji 2024
