Pemuda Ini Bertekad Kembangkan Usaha Produksi Gamelan Peninggalan Ayah Angkatnya
- VoxPop.co.id/Maha Liarosh (Bali)
Usaha ini juga memproduksi gamelan mini yang dapat digunakan untuk media belajar anak-anak paud, sehingga membantu menanamkan jiwa berbudaya kepada anak-anak sedini mungkin untuk mencintai budaya.
"Tujuan usaha ini adalah peningkatan perekonomian melalui jalan mencintai dan melestarikan kebudayaan, khususnya gamelan. Selain itu, usaha ini juga sebagai bentuk meneruskan usaha ayah angkat saya yang sudah diakui oleh banyak orang," kata Fajar.
Fajar mengungkapkan, dengan modal awal Rp 50.000.000 kini ia mampu meraup keuntungan bersih hingga Rp 55.000.000 per bulannya, tergantung banyaknya orderan yang didapat.
Produksi gamelan yang dihasilkan Pengrajin Gamelan Berkah Bopo tak hanya tersebar di kota-kota di Indonesia akan tetapi juga ke mancanegara seperti, Malaysia, New Zealand, Singapura, Bali, Jerman, dan Jepang.
"Berkat usaha ini, sudah ada sekitar 25 orang yang sudah memiliki penghasilan tetap dan dapat bekerja meskipun pendidikan minim," jelasnya.
Keunggulan alat musik gamelan yang dihasilkan Pangrajin Gamelan Berkah Bopo antara lain, menggunakan bahan dasar standar dan servis pelayanan dapat disesuaikan dengan budget customer, memiliki layanan garansi barang, serta mempunyai izin yang lengkap.
Menariknya, ikon yang ditonjolkan atau ornamen-ornamen pada Gamelan Berkah Bopo identik dengan Naga.
Menurut Fajar, Naga dalam budaya Jawa digambarkan seperti ular tak berkaki yang dimaknai sebagai Sang Penjaga Mata Angin yang dipercaya mempunyai kekuatan untuk melindungi dam menjaga usahanya.
"Naga dalam budaya Jawa, biasanya digambarkan seperti ular tak berkaki. Itu bisa dimaknai sebagai sang penjaga mata angin artinya bahaya dari segala arah penjuru angin. Jadi kekuatannya dianggap dahsyat untuk penangkal dan perlindungan," jelas Fajar.
Fajar berharap pemerintah bisa turut membantu untuk mempromosikan kesenian dan kebudayaan daerah melalui usaha produksi musik tradisional gamelan.
