Lebih dari Sekadar Stereotipe, Tantangan Nyata Gen-Z dalam Berjuang di Dunia Kerja yang Kompetitif

Ilustrasi dunia kerja.
Sumber :
  • Unsplash

Jakarta, VoxPop – Pandemi COVID-19 telah sangat mempengaruhi Gen-Z dalam mencari pekerjaan. Pembatasan sosial dan perlambatan ekonomi membuat mereka kesulitan mendapatkan pengalaman kerja.

img_title Milenial dan Gen Z Banyak yang Ambil Rumah Subsidi, BP Tapera Ungkap Alasannya

Persaingan semakin ketat, sementara ekspektasi perusahaan pun tinggi. Ini adalah masalah serius yang berdampak pada masa depan mereka dan perekonomian secara keseluruhan. Untuk mengatasi ini, dibutuhkan solusi komprehensif.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah yang bisa diambil oleh Gen-Z maupun perusahaan agar Gen-Z dapat lebih mudah memasuki dunia kerja dan meraih kesuksesan karier. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

img_title Bukan soal Pelit! Ini 9 Hal yang Masih Rela Dibayar Generasi 60-80an, tapi Dianggap Tak Penting oleh Gen Z

Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Gen-Z dalam Mencari Pekerjaan Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap Gen-Z dalam memasuki dunia kerja.

Pembatasan sosial dan perlambatan ekonomi mengakibatkan hilangnya peluang magang dan kerja sama, serta persaingan kerja yang semakin ketat.

img_title Cara Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Menghabiskan Uang Ternyata Beda Jauh, Siapa yang Paling Boros?

Ilustrasi dunia kerja.

Photo :
  • Pixabay

Perusahaan, yang lebih memprioritaskan pengalaman dan efisiensi, menjadi lebih selektif dalam merekrut lulusan baru. Akibatnya, Gen-Z kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan ekspektasi mereka.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi dan perubahan lanskap kerja membuat generasi muda ini menghadapi tantangan dalam membangun karier.

Perubahan Lanskap Bisnis

World Economic Forum memprediksi Gen-Z akan menjadi tulang punggung utama angkatan kerja pada tahun 2025, membawa pengaruh besar terhadap dinamika pasar kerja global.

Dalam perubahan lanskap bisnis yang terjadi, Perusahaan lebih memilih mempertahankan karyawan berpengalaman,
sehingga peluang bagi lulusan baru semakin terbatas. Selain itu, paradoks muncul dengan semakin tingginya persyaratan pengalaman untuk posisi entry-level.

Hal ini menciptakan kesulitan bagi Gen-Z untuk mendapatkan pengalaman kerja pertama, karena perusahaan enggan mempekerjakan mereka tanpa pengalaman sebelumnya, sementara mereka sulit mendapatkan pengalaman tanpa adanya kesempatan kerja.

Dunia kerja.

Photo :
  • Unsplash

Transformasi digital juga mendorong perubahan dalam dunia kerja. Keterampilan teknis dan kemampuan beradaptasi dengan cepat menjadi sangat penting.

Gen-Z yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memiliki keunggulan kompetitif. Namun, bagi mereka yang belum memiliki keterampilan ini, persaingan menjadi semakin ketat.

Perusahaan mencari karyawan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bekerja secara mandiri, kolaboratif, dan menyelesaikan masalah dengan cepat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut