PB IDI Kecam Pejabat yang Pukul Dokter di Papua, Minta Pelaku Ditindak Keras

Ilustrasi kekerasan.
Sumber :
  • Pixabay

Papua, VoxPop – Tindakan kekerasan yang dialami oleh Dr Yordan Sumomba yang bertugas di RSUD Lukas Enembe, kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, mendapatkan perhatian khusus dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

img_title Teknologi Makin Masuk ke Dunia Kesehatan, Apakah Dokter Akan Tergantikan?

Menurut Ketua Umum PB IDI, DR Dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT, PB IDI yang telah berkoordinasi dengan IDI Cabang Jayawijaya terkait dengan penganiayaan yang dialami oleh dr Yordan, saat ini pihaknya terus memantau proses keadilan dari masalah tersebut. PB IDI telah meminta aparat kepolisian dan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan keras dan melakukan proses hukum terhadap pelaku sesuai dengan aturan yang ada. Scroll untuk info lengkapnya!

"Kami ingin agar seluruh sejawat dokter dan tenaga kesehatan yang berada di Mamberamo Tengah, serta di seluruh wilayah Papua mendapatkan jaminan keamanan, keselamatan, kenyamanan dalam melakukan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di wilayah tersebut. PB IDI juga mengapresiasi darma bakti yang sudah dilakukan oleh para sejawat dokter di wilayah Papua, khususnya di wilayah Papua Pegunungan, di IDI Cabang Jayawijaya dengan seluruh anggotanya yang saat ini berjumlah 118 orang yang tersebar di 7 kabupaten di wilayah Papua Pegunungan," tegas dr Adib, dalam keterangannya, dikutip Senin 11 November 2024.

img_title IDI Angkat Bicara soal Dugaan Komentar Nirempati ke Pasien, Akankah Dokter Dijatuhi Sanksi?

Ketua Umum PB IDI DR Dr Moh Adib Khumaidi, SpOT

Photo :
  • Istimewa

Berdasarkan laporan kronologis dari IDI cabang Jayawijaya, pada hari Selasa tanggal 5 November 2024 sekitar pukul 13.35 WIT terduga pelaku masuk ke ruangan apotek RSUD Lukas Enembe dan berteriak “We kam Kasi sa obat paracetamol ka kalian tidak tau kah saya ini siapa? Saya ini Asisten 3.”

img_title Kemenkes Buka Suara soal Viral Komentar Nirempati Nakes ke Pasien

Lalu terduga pelaku masuk ke ruangan korban (dokter) mengambil kursi dan melempar korban, namun tidak mengenai korban kemudian pelaku mengambil kayu balok 5x5 dan memukul ke arah muka dan punggung korban, sehingga ada pasien yang sedang berobat langsung melerai terduga pelaku namun pasien tersebut juga dipukul oleh terduga pelaku.

Setelah itu, terduga pelaku keluar dan melakukan perusakan terhadap pembatas ruangan yang terbuat dari kayu dan terduga Pelaku mengambil batu lalu melempar kaca jendela RSUD Lukas Enembe. Terduga pelaku langsung keluar dari RSUD Lukas Enembe dan pergi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut