Ketika Bidan Turun Tangan Sosialisasi Bahaya Anemia dan Pentingnya Zat Besi untuk Ibu dan Remaja

Ilustrasi doula, pendamping persalinan
Sumber :
  • Pixabay/Publicdoaminpictures

“Peran bidan sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat saat ini sangat penting dalam meningkatkan kesehatan keluarga. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Danone SN Indonesia melalui program ini dan berharap semakin banyak bidan terbaik yang hadir sebagai sahabat keluarga dalam menuju Indonesia Emas 2045. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut untuk mendukung peningkatan kapasitas bidan dalam menyampaikan edukasi kesehatan, khususnya terkait anemia kepada masyarakat,” ujar Ketua Umum PP Ikatan Bidan Indonesia, Dr. Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM.

img_title Polisi Tangkap Dua Bidan yang Jual 66 Bayi di Kota Yogyakarta

Salah satu kisah inspiratif datang dari ibu hamil L (23 tahun) dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang dibantu bidan melewati masa kehamilan dengan anemia. “Ketika kontrol di usia kehamilan saya yang ke-33 minggu, saya didiagnosa anemia dengan kadar HB 9,6 gr/dl oleh bidan Nurul Hanifah. Beliau dengan sabar menjelaskan risiko anemia dalam kehamilan dan cara-cara sederhana untuk meningkatkan kadar zat besi, seperti konsumsi hati sapi dan kacang hijau, serta memadukan dengan vitamin C. Berkat bimbingan beliau HB saya naik menjadi 11,2 gr/dl di usia 38 minggu, dan saya berhasil melahirkan bayi sehat dan normal. Bu bidan Nurul benar-benar pejuang HB dan bidadari tak bersayap bagi saya,” ujar L ibu hamil dari desa Grogol, Sidoarjo, Jawa Timur.

Hal tersebut menegaskan bahwa bidan memiliki peran penting dalam pencegahan anemia pada ibu hamil, karena bidan dapat melakukan pemeriksaan anemia dan memberikan penyuluhan kesehatan. Dalam upaya pencegahan anemia, sumber zat besi yang dikonsumsi memainkan peranan penting. Zat besi dapat dibagi menjadi dua jenis: heme dan non-heme. Zat besi heme, yang berasal dari sumber hewani seperti daging merah, ayam, dan ikan, memiliki tingkat penyerapan yang lebih optimal oleh tubuh dibandingkan zat besi non-heme yang berasal dari tumbuhan. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan kaya zat besi heme dianjurkan untuk memaksimalkan penyerapan dan mencegah anemia secara efektif. Selain itu, penelitian juga membuktikan bahwa asupan vitamin C dapat mendukung penyerapan zat besi hingga 2x lipat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Kisah Bidan Muda di Desa Uzuzozo
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut