Kisah Diego Berel, Pelukis Muda Down Syndrome Hasil Karyanya Sampai ke London
- VoxPop/ Amelia Rosa
"Ini seperti hadiah yang teramat besar buat Diego terutama di tahun ini," katanya dengan penuh kebanggaan. Kolaborasi ini tidak hanya menjadi panggung bagi Diego untuk menunjukkan karyanya tetapi juga memperlihatkan kepada dunia bahwa seni adalah bahasa universal yang melampaui batas-batas fisik maupun sosial.
Diego tidak hanya menjadi seorang pelukis, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang, terutama para orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Dalam berbagai kesempatan, Ibu Sandra membagikan pengalaman dan saran bagi para orang tua.
"Kita harus menerima keadaan anak kita. Kita harus menerima apa adanya dia, oh ya saya punya anak seperti ini," ujar Ibu Sandra. Ia juga menekankan pentingnya doa dan usaha yang tidak pernah berhenti. "Doakan apa yang kamu kerjakan, dan cintailah prosesnya," tambahnya.
Menurut Ibu Sandra, setiap anak memiliki potensi yang bisa dikembangkan, asalkan diberi dukungan yang tepat. "Saya yakin dia akan menuntun orang tua untuk melaksanakan apa yang seterusnya harus kita lakukan," tuturnya.
Salah satu karya Diego yang berjudul Balinese Panjur berhasil menarik perhatian internasional. Lukisan ini dipamerkan di The Holy Art Gallery di London pada bulan Juni dan mendapatkan sambutan yang sangat positif. Prestasi ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik atau mental bukanlah penghalang untuk berkarya dan meraih pengakuan di dunia internasional.
Dalam acara tersebut, Ibu Sandra berbicara tentang pesan penting yang ingin disampaikan melalui karya Diego. "Kami ingin menginspirasi banyak orang, memberikan informasi melalui karya bahwa ini loh tidak ada yang mustahil jika anak manusia itu ada di dunia ini," jelasnya.
Diego memiliki cita-cita sederhana tetapi penuh makna. "Cita-cita Diego adalah ingin jadi pelukis," ungkap Ibu Sandra. Dengan dukungan dari keluarga dan komunitas, cita-cita ini terus diwujudkan melalui pameran-pameran yang ia ikuti.
Kolaborasi dengan Apurva Kempinski Bali tidak hanya menjadi momentum penting bagi Diego, tetapi juga bagi banyak pihak yang terinspirasi oleh kisahnya. Seni yang ditampilkan dalam acara ini tidak hanya merayakan keberagaman, tetapi juga menunjukkan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkarya tanpa batas.
