75 Perempuan Ikuti Women Jungle Survival Course EIGER 2024 di Gunung Cakrabuana
- EIGER
Pelatihan ini menurut Dini dipandu langsung oleh para senior pegiat alam bebas juga ahli di keilmuannya masing-masing di antaranya dr. Ratih yang mengupas tentang kesehatan perjalanan, Ammy Kadarharutami, M.Psi tentang kesehatan mental diri, Iwan Kwecheng tentang merancang perlengkapan, Fransisca Dimitri tentang perencanaan perjalanan, Sisca Nirmala tentang merancang perbekalan, Dedi Cicko tentang teknik survival, Heri UU tentang navigasi darat dan botani praktis, Heri Jaro tentang tali temali dan zoologi praktis, Tommy HM tentang penggunaan pisau dan golok, Alan tentang teknis menemukan sumber air, juga pendaki senior Kang Bongkeng akan berkisah tentang pengalaman survival lapangan.
Tidak hanya memaparkan materi, peserta juga akan berada langsung di tengah hutan Gunung Cakrabuana untuk melakukan simulasi kondisi darurat, seperti tersesat atau terjebak dengan perbekalan yang menipis bahkan habis.
“Praktek membuat api, mengenali keanekaragaman hayati mulai dari tumbuhan dan hewan, memasak dan membuat perlindungan dilakukan di berbagai lokasi berbeda di dalam hutan Cakrabuana untuk mendekati simulasi nyata kondisi kritis. Dinamika latihan ini diharapkan mampu melatih peserta menghadapi tantangan alam dengan sigap dan efektif,” ujar Dini.
Gelaran Women Jungle Survival Course (WJSC) 2024
- EIGER
Enam hari mengasah mental dan kelimuan survival di Gunung Cakrabuana, menurut Dini para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan bahkan menularkan keterampilan yang diperoleh di lingkungan masing-masing. “WJSC yang diinisiasi oleh EIGER di Gunung Cakrabuana semoga bisa menjadi bekal bagi 75 peserta perempuan asal berbagai suku bangsa dan latar belakang ini. Mampu menumbuhkan jiwa tangguh, siap menghadapi berbagai tantangan, mengasah kendali atas diri dan mental mereka di kehidupan sehari-hari,” pungkas Dini.
Sementara itu Lindri peserta WJSC dari Malang mengungkapkan dirinya sangat tertarik dengan kegiatan WJSC ini karena dirinya ingin mengenal lebih jauh tentang ilmu dan praktek hidup di alam bebas. "Aku pengen belajar lebih jauh lagi, karena aku rasa ilmuku sangat terbatas. Apalagi bekal pengetahuan bertahan hidup di alam bebas tidak bisa hanya dipelajari lewat menonton video atau memahami teori semata, perlu ada praktek langsung dengan simulasi yang dipraktekkan di WJSC ini," pungkasnya.
