6 Deretan Mitos Legenda Soal Imlek
- Sumber: Time
Jakarta, VoxPop – Rabu pekan depan, masyarakat Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek. Memasuki perayaan Tahun Baru Imlek ternyata ada banyak mitos yang melegenda hingga saat ini. Lantas apa saja mitos terkait dengan Tahun Baru Imlek?
Berikut ini deretan mitos paling populer tentang Tahun Baru Imlek melansir laman The Guardian. Scroll lebih lanjut ya.
1 Sun Wukong - raja monyet
Sun Wukong adalah monyet mitologi pkng terkenal dari China. Sun Wukong juga pernah dimasukkan sebagai salah satu karakter utama dalam film klasik Tiongkok, The Journey to the West.
Pada awalnya Sun Wukong adalah monyet yang sangat nakal, ingin mengambil alih dunia, dan butuh banyak usaha bagi Buddha untuk menjinakkannya. Dia kemudian menjadi teman setia biksu Xuanzang dalam perjalanan petualangannya dari Cina ke India dan kembali lagi.
2.Kelinci giok
Banyak cerita yang diceritakan di seluruh Asia tentang Kelinci Giok. Cerita bermula dari Kaisar Giok menyamar menjadi seorang tua yang miskin, kelaparan dan mengemis makanan dari kera, berang-berang, anjing hutan, dan kelinci. Kera mengumpulkan buah dari pepohonan, dan berang-berang mengumpulkan ikan dari sungai. Anjing hutan mencuri seekor kadal dan sepanci dadih susu.
Dan si kelinci, hanya bisa mengumpulkan rerumputan. Tahu bahwa rerumputan tidak bisa ditawarkan kepada manusia untuk dimakan, kelinci memutuskan untuk menawarkan raganya sendiri, mengorbankan dirinya ke dalam api yang sudah dinyalakan oleh orang tua tadi. Namun demikian, si kelinci tidak terbakar. Orang tua tadi segera menunjukkan wujud aslinya sebagai Kaisar Giok. Karena sangat tersentuh atas pengorbanan kelinci yang tulus, dia lalu mengirimnya ke bulan untuk menjadi Kelinci Giok yang abadi.
3. Legenda ular putih
Legenda ini memiliki akhir yang lebih bahagia. Ceritanya berlatar di kota Hangzhou yang indah, yang terkenal dengan danaunya. Seekor ular putih hidup di danau. Dia telah memperoleh kekuatan magis dan dapat mengubah dirinya menjadi manusia. Dia jatuh cinta dengan sarjana Xu Xuan dan setelah mengatasi banyak rintangan mereka akhirnya meyakinkan para dewa untuk memberkati persatuan mereka.
