Pertunjukan Musikal Mimpi Anak Pesisir Jadi Wujud Gerakan Belarasa untuk Kemanusiaan

Pertunjukan Musikal Mimpi Anak Pesisir
Sumber :
  • ist

Jakarta, VoxPop – Di tengah meningkatnya tantangan sosial seperti ketimpangan ekonomi, perpecahan sosial, dan menurunnya rasa empati antarmanusia, Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD KAJ) menginisiasi sebuah gerakan kemanusiaan bertajuk Gerakan Belarasa: He(art) of Compassion and Hope. Gerakan ini secara simbolis dan emosional dihidupkan melalui pementasan teater musikal bertema Mimpi Anak Pesisir, yang berlangsung pada Sabtu, 3 Mei 2025, di Museum Nasional, Jakarta.

img_title Tumbuhkan Ketahanan Ekosistem Pesisir, TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove

Berangkat dari semangat lintas iman dan lintas budaya, Gerakan Belarasa dirancang sebagai wadah solidaritas untuk memulihkan nilai-nilai kemanusiaan secara menyeluruh. Rangkaian acara dibuka dengan Doa Bersama Lintas Agama yang mencerminkan kekuatan spiritualitas kolektif dalam menyatukan kembali harapan dan kepedulian sosial. Scroll lebih lanjut ya.

“Gerakan Belarasa merupakan panggilan moral dan spiritual, sebuah ajakan untuk melihat kembali wajah kemanusiaan kita dalam cermin belarasa,” ungkap P. Adrianus Suyadi, SJ, Direktur LDD KAJ.

img_title BM PAN Siap Kawal Penanganan Abrasi dan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Puncak acara berlangsung melalui pertunjukan musikal Mimpi Anak Pesisir, sebuah karya kolaboratif dan inklusif yang merepresentasikan bagaimana seni bisa menjadi medium penyambung empati, harapan, dan kemanusiaan. Tidak seperti pementasan pada umumnya, pertunjukan ini melibatkan anak-anak dari komunitas pesisir serta penyandang disabilitas sebagai pemeran utama.

img_title Kisah Rosyidah di Pesisir Indramayu, Mantan PMI yang Berhasil Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut Berkat BRI

Aktor sekaligus produser Tanta Ginting, yang memimpin pementasan, mengungkapkan bahwa ide awal melibatkan anak-anak pesisir muncul dari keinginan untuk menampilkan kisah dengan kejujuran emosi yang autentik. “Pertama kali tahu topiknya tentang isu sosial anak-anak pesisir, aku langsung kasih ide kenapa nggak mereka aja yang main,” tuturnya.

Meski semula hanya direncanakan untuk melibatkan 10 anak, jumlah peserta melonjak menjadi 36 orang karena antusiasme tinggi dari masyarakat.

Pementasan ini turut menghadirkan kontribusi penting dari Rusmedie Agus sebagai sutradara teater dan Ava yang menangani aspek musikal. Kolaborasi ini menghasilkan pertunjukan yang menyentuh hati dengan lagu-lagu penuh makna seperti Lilin Kecil, Merajut Mimpi, dan Manusia Kuat. Gabriel Harvianto bersama para pemeran cilik tampil dengan penghayatan penuh, menyampaikan pesan tentang keteguhan hati dan harapan di tengah keterbatasan.

Pertunjukan Musikal Mimpi Anak Pesisir

Photo :
  • ist

Muara Bungin, sebuah wilayah pesisir yang terdampak abrasi, dijadikan sebagai latar cerita utama. Wilayah ini sekaligus menjadi simbol perjuangan masyarakat marginal untuk bangkit dan berdaya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut