Tebar Benih Semangat Membaca di Tanah Ombak
- VoxPop/ Bimo Aria
"Di sini kami membebaskan anak berekspresi, mau nyanyi, berpuisi, mau teater, ketika mereka mau ikut event itu, mereka harus banyak baca minimal 15 menit per hari, baru bisa ikut event itu," ungkap Hendri.
Maka tidak heran, jika kelompok Ruang Baca Tanah Ombak, berhasil meraih Juara 1 Regional Sumatera, Gramedia Reading Competition 2016, dan Peraih Anugerah Literasi Minangkabau, sebagai Komunitas Terbaik 1 dari Sumatera Barat.
![]()
Mendapat Intimidasi
Tentunya semua hal itu tidak didapatkan secara instan. Pada awal berdiri, beragam penolakan sempat datang kepadanya. Ancaman dan intimidasi juga suatu yang tidak terhindarkan. Tak terkecuali bagi para relawan.
Beberapa juga sempat mencurigai kegiatan yang diinisiasi olehnya memiliki niatan lain. Perlahan semua hal itu berhasil dikikisnya. Capaian demi capaian terus didapatkan.
Bahkan, Ruang Baca Tanah Ombak menjadi rumah kedua bagi para anak-anak setempat. Dengan sedikitnya 5.000 koleksi buku, dan beragam aktivitas kesenian, membuat anak-anak betah berlama-lama.
"Mereka hampir tiap hari datang, kalau yang sekolah pagi mereka datang siang, begitu pun sebaliknya. Bahkan kadang suka sampai malam, dan sampai saya harus suruh pulang," kata dia.
Selain menumbuhkan minat baca dan berkesenian, Bang Hendri juga berusaha menanamkan nilai-nilai kehidupan, seperti salah satunya ialah mendengar.
"Mendengar dengan empati," tutur Hendri.
"Itu bagian tersulit, karena mereka biasa tampil dan biasa didengar, tapi sangat sulit mendengar dengan empat," Hendri menambahkan.
Dari ruang ini, Hendri berharap para anak-anak yang terlibat di Tanah Ombak bisa menyebarkan benih-benih kebaikan pada masyarakat sekitar.
