4 Mitos Salah Seputar Menstruasi

Ilustrasi pembalut
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Lutfi

VoxPop – Sadarkah Anda, sejak pertama kali mendapatkan menstruasi, pasti Anda banyak sekali mendengar sebutan atau istilah lain yang mengacu pada menstruasi. Seperti sedang halangan atau 'dapet', banyaknya sebutan untuk menstruasi ini pun memicu munculnya banyak mitos seputar menstruasi.

img_title Sering Mood Swing Jelang Menstruasi? dr Zaidul Akbar Ungkap Kaitan Semangkuk Bakso dan Keseimbangan Hormon

Sayangnya, lebih banyak masyarakat yang lebih memercayai mitos daripada mencaritahu tentang fakta di baliknya.

Menurut dr. Dyana, SpOG, sama halnya seperti menyebut penis atau vagina, membahas mengenai menstruasi menjadi hal yang masih dianggap tabu. Sehingga muncul banyak bahasa dan banyak mitos, padahal faktanya lebih banyak bolehnya daripada tidak boleh, seperti berikut.

img_title Ilmuwan Hongmei Wang Jadi Sorotan, Teliti Ide Perempuan Bisa Haid 3 Bulan Sekali untuk Perpanjang Masa Subur

Tidak boleh olahraga

Dyana menjelaskan, ketika menstruasi kita tidak boleh melakukan gerakan yang jungkir balik karena darah bisa kembali atas. Faktanya, itu tidak mungkin terjadi karena mesntruasi adalah proses peluruhan dinding di dalam rahim yang dipersiapkan untuk hamil. Ketika tidak dibuahi, dinding tersebut akan runtuh yang terlihat seperti darah yang bercampur dengan jaringan berwarna hitam atau cokelat.

img_title Belum Mandi Besar Setelah Haid Sebelum Adzan Subuh, Apakah Puasa Tetap Sah?

Ilustrasi nyeri saat menstruasi.

Darah menstruasi = Darah kotor

Banyak yang menyebut bahwa darah yang keluar dari menstruasi adalah darah kotor. Namun, Dyana mengatakan, kita harus berhenti menyebut darah menstruasi sebagai darah kotor karena rahim adalah area yang steril. Yang keluar pun berbeda yaitu pembuluh darah yang bercampur dengan jaringan yang setelah sekian lama menjadi bekuan-bekuan darah.

Tidak boleh keramas

Faktanya, selama menstruasi kita wajib menjaga kebersihan tubuh secara umum, termasuk keramas. Selain itu, kita wajib mengganti pembalut setiap 4-6 jam sekali. Kalau terlalu lama mengganti pembalut, area kewanitaan bisa menjadi lembap dan menjadi media bakteri jamur sehingga jadi iritasi kulit, gatal, hingga keputihan.

Pembalut belum penuh boleh tidak diganti

Seperti disebutkan sebelumnya, pembalut harus diganti maksimal 6 jam sekali. Biasanya, di akhir-akhir masa menstruasi saat darah haid sudah berkurang, kita menjadi malas mengganti. Padahal setetes saja darah sudah bisa mengundang kuman. Selain itu, perhatikan juga kebersihan air saat membasuh area kewanitaan ketika menstruasi. Jika air kotor, Dyana menganjurkan, sebaiknya jangan gunakan air dan gunakan tisu saja.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut