WHO : Kasus Campak Meningkat 300 Persen di Seluruh Dunia

Vaksin Campak dan Rubella (MR).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ampelsa

VoxPop – Kasus campak dilaporkan mengalami peningkatan 300 persen di seluruh dunia selama tiga bulan pertama tahun 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini berdasarkan laporan terbaru dari badan kesehatan dunia, WHO.

img_title Heboh! Wanita Nonton Konser F4 Saat Sakit Campak, Kemenkes Peringatkan Soal Penularan

Gerakan anti vaksin diduga menjadi penyebab meningkatnya kasus ini. Seperti diketahui, meski campak sangat menular, namun itu dapat sepenuhnya dicegah melalui vaksin dua dosis. Tetapi WHO dalam beberapa bulan terakhir juga menyatakan kewaspadaan akan menurunnya tingkat vaksinasi secara global.

 "Data global awal menunjukkan bahwa kasus yang dilaporkan naik 300 persen dalam tiga bulan pertama 2019, dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018. Ini mengikuti peningkatan berturut-turut selama dua tahun terakhir," kata WHO dalam sebuah pernyataan seperti dilansir laman Indian Express.

img_title Kasus Campak Masih Tinggi di 2026, Dokter Peringatkan Risiko Pneumonia hingga Radang Otak

Meskipun data ini bersifat sementara dan belum lengkap, namun ini menunjukkan tren yang jelas.  Banyak negara yang kini mengalami wabah campak yang cukup besar. Sementara kasus ini juga terus meningkat di belahan dunia lainnya.

Mereka mencatat bahwa hanya sekitar satu dari 10 kasus campak terbaru yang dilaporkan. Ini artinya banyak orang yang meremehkan bahaya dari wabah campak sepanjang 2019.

img_title Jangan Anggap Sepele! Ini Gejala Campak pada Anak yang Bisa Berujung Fatal

Sejauh tahun ini, 170 negara telah melaporkan 112.163 kasus campak kepada WHO. Sementara tahun lalu, dari 163 negara hanya melaporkan 28.124 kasus.

 "Lonjakan dalam jumlah kasus juga terjadi di negara-negara dengan cakupan vaksinasi keseluruhan yang tinggi, termasuk Amerika Serikat," kata WHO.

 WHO melanjutkan, penyakit ini telah menyebar dengan cepat di antara kelompok orang yang tidak divaksinasi. Walikota New York mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat di bagian Brooklyn minggu lalu, setelah wabah campak muncul di komunitas Yahudi ultra-Ortodoks, di mana beberapa telah menolak vaksinasi dengan alasan agama.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin

Menkes Ungkap Baru 4 Provinsi yang Penuhi Target Vaksinasi Campak, Sumatera Barat Paling Rendah

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan baru empat provinsi di Indonesia yang memenuhi target vaksinasi penyakit campak. Paling rendah yaitu Sumbar.

img_title
VoxPop.co.id
23 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut