Penis yang Disunat Pengaruhi Nikmatnya Seks, Mitos atau Fakta?

Ilustrasi pria/laki-laki.
Sumber :
  • Pixabay/pexels

VoxPop – Meski manfaat dari sunat bagi kesehatan telah banyak diakui, masih ada saja perdebatan yang membandingkan penis yang disunat dan tidak disunat, terutama dalam hal seksual. Sebagian menganggap bahwa penis yang disunat lebih mampu meningkatkan gairah seksual. Lantas, bagaimana faktanya?

img_title Viral Bocah 15 Tahun Ini Takut Sunat, Orang Tua Minta Bantuan Petugas Damkar

Sebelum lebih jauh, perbedaan utama antara penis yang disunat dan yang tidak disunat adalah adanya kulup di sekitar kepala penis. Meskipun benar-benar tergantung pada pendapat masing-masing orang, namun keberadaan kulup penis memang memiliki dampak kesehatan. 

Penis yang tidak disunat membutuhkan perhatian ekstra terhadap kebersihan. Jika tidak membersihkan secara teratur, kulup penis akan menyimpan bakteri akibat menumpuknya sel kulit mati, sisa urine hingga feses semen dan sperma (bagi yang telah aktif secara seksual) akan menumpuk.

img_title Diduga Malpraktik Sunat Anak hingga Buat Kemaluan Terpotong, Bidan di Pelalawan Jadi Tersangka

Kondisi tersebut akan membuat penis berbau hingga mengeluarkan lendir akibat peradangan (balanitis) hingga kesulitan menarik kulup (phimosis). Kedua kondisi tersebut tentunya memerlukan perhatian  medis lebih serius.

Sementara mereka yang telah disunat tidak membutuhkan perhatian ekstra untuk membersihkannya, hanya saja pastikan mencucinya secara teratur saat mandi dan ketika buang air kecil. 

img_title Viral Lionel Messi dan Aguero Sunat di Yogyakarta

Lalu apakah itu memengaruhi sensitivitas seksual?

DIlansir Healthline, sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa untuk penis yang tidak disunat, kulup adalah bagian dari penis yang paling sensitif terhadap rangsangan dengan sentuhan. Namun, penelitian ini mengklarifikasi bahwa ini tidak berarti bahwa pengalaman kesenangan selama berhubungan seks akan berbeda jika seorang disunat atau tidak .

Untuk penis yang disunat, sebuah studi 2011 mengklaim bahwa pria dengan penis yang disunat melaporkan kesulitan orgasme. Tetapi sebuah respons pada 2012 untuk penelitian ini menyebut klaim ini dipertanyakan. 

Para penulis menunjukkan bahwa penelitian 2011 tidak menunjukkan hubungan langsung antara sunat dan kepuasan seksual. Mereka juga menyoroti beberapa faktor yang dapat memengaruhi hasil penelitian.

Meski demikian banyak bukti menunjukkan bahwa penis yang tidak disunat meningkatkan risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK), sebagian besar pada tahun pertama kehidupan. Penumpukan feses semen juga dapat meningkatkan risiko infeksi yang mengarah pada phimosis dan balanitis. Mempraktikkan kebersihan yang baik dapat membantu mencegah infeksi ini.

Sementara itu, pria yang disunat mungkin akan mengurang sumber risiko tertular beberapa infeksi menular seksual (IMS) seperti herpes genital. Mereka juga 50 hingga 60 persen dan kecil kemungkinannya untuk tertular human immunodeficiency virus (HIV) dari pasangan perempuan. (ren)

Ilustrasi anak menangis.

Menunda Sunat, Apakah Ada Dampak Buruknya bagi Kesehatan? Ini Penjelasannya

Sunat atau sirkumsisi masih sering ditunda oleh sebagian orang tua. Alasannya beragam, mulai dari anak belum siap, takut sakit, hingga pertimbangan biaya.

img_title
VoxPop.co.id
3 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut