5 Bahaya Minuman Bersoda, Picu Kanker hingga Lemak di Hati
- Pixabay/ PDPics
VoxPop – Minuman dengan gula tambahan telah diketahui membawa dampak buruk bagi kesehatan. Hal itu semakin diperparah jika minuman tesebut juga mengandung soda. Minuman bersoda memiliki kandungan energi yang sangat tinggi. Dalam sekaleng soda berukuran 375 mililiter, setidaknya ada lima sendok gula.
Perlu diketahui, orang dewasa sebenarnya cuma butuh empat sendok makan gula per hari. Nah, jika minum satu kaleng soda saja sebenarnya sudah melebihi kebutuhan gula. Belum lagi jika ditambah konsumsi makanan lain yang manis-manis. Semisal teh manis dan jajanan atau kue.
Bahayanya soda bahkan bisa menyebabkan kematian. Gara-gara soda, seorang pria bahkan dikabarkan meninggal baru-baru ini karena terlalu sering minum soda. Meski terkesan sepele, banyak risiko kesehatan yang bisa timbul jika terlalu sering minum soda. Seperti dilansir dari Health line, berikut ini 5 bahaya keseringan minum soda.
Minuman manis enggak bikin kenyang
Jangan pernah menganggap, konsumsi minuman manis bisa bikin kenyang. Konsumsi makanan manis justru hanya menambah kenaikan berat badan
Bentuk tambahan gula yang paling umum - sukrosa atau gula meja - memasok fruktosa gula dalam jumlah besar. Fruktosa tidak menurunkan hormon lapar ghrelin atau merangsang kenyang dengan cara yang sama seperti glukosa, gula yang terbentuk ketika kamu mencerna makanan bertepung.
Jadi, ketika mengkonsumsi gula cair, kamu biasanya menambahkannya di atas total asupan kalori. Dalam sebuah penelitian, orang yang minum soda manis sebagai tambahan dari diet mereka saat ini mengkonsumsi 17 persen lebih banyak kalori daripada sebelumnya
Tidak mengherankan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum minuman manis secara konsisten menambah berat badan lebih banyak daripada orang yang tidak.
Gula berlebih jadi lemak di hati
Gula meja (sukrosa) dan sirup jagung fruktosa tinggi terdiri dari dua molekul: glukosa dan fruktosa - dalam jumlah yang kira-kira sama. Glukosa dapat dimetabolisme oleh setiap sel dalam tubuh, sedangkan fruktosa hanya dapat dimetabolisme oleh satu organ, yakni hati.
Minuman manis adalah cara termudah dan paling umum untuk mengonsumsi fruktosa dalam jumlah berlebihan. Ketika kamu mengonsumsi terlalu banyak, hati menjadi kelebihan dan mengubah fruktosa menjadi lemak. Sebagian lemak dikeluarkan sebagai trigliserida darah, sedangkan sebagiannya tetap berada di hati. Seiring waktu, ini dapat berkontribusi pada penyakit hati berlemak nonalkohol.
