Positif COVID-19, Tiga Anak di New York Tewas Akibat Gejala Misterius

Ilustrasi bayi
Sumber :
  • pixabay

VoxPop – Sebuah sindrom misterius telah menewaskan tiga anak di New York dan membuat 73 anak lainnya mengalami sakit. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur AS, Andrew Cuomo, pada Sabtu, 9 Mei 2020.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Sindrom ini merupakan peradangan syok toksik yang memengaruhi kulit, mata, pembuluh darah dan jantung, serta dapat menyebabkan anak-anak menjadi sakit parah, dengan beberapa pasien membutuhkan ventilasi mekanis. 

Banyak gejala yang memiliki kemiripan dengan penyakit masa kanak-kanak langka yang disebut penyakit Kawasaki, yang dapat menyebabkan radang pembuluh darah, terutama arteri koroner. 

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

"Penyakit ini telah merenggut nyawa tiga anak di New York. Ini baru. Ini sedang berkembang," kata Cuomo, saat briefing hariannya di Manhattan, dikutip Times of India, Senin 11 Mei 2020. 

Sampai sekarang, orangtua dan ahli kesehatan masyarakat telah mendapat sedikit hiburan dengan anggapan bahwa virus corona dan penyakit yang ditimbulkannya, COVID-19, sebagian besar menghindarkan anak dari efek terburuk dari suatu penyakit yang telah menewaskan lebih dari 21 ribu jiwa di negara bagian New York saja. 

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Namun, kelegaan tersebut musnah minggu ini, ketika ada seorang anak berusia 5 tahun di New York City meninggal karena sindrom tersebut, yang oleh dokter digambarkan sebagai sindrom inflamasi multisistem pediatrik. 

Sejumlah kasus telah dilaporkan di negara bagian lain, termasuk Louisiana, Mississippi dan California. Setidaknya, 50 kasus telah dilaporkan di negara-negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, Swiss, Spanyol dan Italia.

Cuomo mengatakan, banyak anak-anak dan beberapa balita, tidak menunjukkan gejala pernapasan yang umumnya terkait dengan virus corona ketika mereka diperiksa di rumah sakit, tetapi semua dari mereka telah dinyatakan positif COVID-19 atau antibodinya. 

"Jadi masih sangat banyak situasi yang sedang berkembang, tetapi ini adalah situasi yang serius," lanjut dia. 

Negara bagian itu akan bekerja sama dengan New York Genome Center dan Rockefeller University untuk menentukan apa penyebab penyakit tersebut, yang digambarkan Cuomo sebagai penyakit yang benar-benar mengganggu. 

Namun, ia tidak merinci kematian dua anak yang lain. 

"Banyak yang menganggap bahwa COVID-19 tidak memengaruhi anak dan itu benar-benar berita baik. Kami masih harus banyak belajar tentang virus ini," kata dia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut