5 Hal Perlu Kamu Tahu Mengenai Penularan COVID-19 Melalui Udara
- ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Dia melanjutkan, bahkan jika satu partikel seseorang tidak mengandung virus yang cukup untuk menyebabkan infeksi, jika seseorang terus menghirup partikel-partikel ini dari waktu ke waktu, seseorang akan terpapar cukup banyak di mulut, hidung dan saluran pernapasan dan memungkinkan memulai terjadinya infeksi. Penularan melalui udara juga dapat terjadi dalam prosedur medis tertentu yang melibatkan pasien yang menghasilkan aerosol, sehingga menempatkan petugas kesehatan pada risiko.
"Coronavirus dapat disebarkan dengan aerosol dalam keadaan khusus jika menggunakan nebuliser, bronkoskopi, intubasi, gigi dan prosedur oral lainnya menggunakan penyedotan dan bilas," kata Presiden Asosiasi Dokter Keturunan Pakistan di Amerika Utara (APPNA), Naheed Usmani.
"Ini sangat berbahaya bagi petugas kesehatan yang seharusnya hanya mencoba prosedur ini dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) yang tepat, termasuk masker N95," katanya kepada Al Jazeera.
4. Apakah airborne COVID-19 tidak menular?
Sejauh mana coronavirus dapat disebarkan melalui aerosol masih diperdebatkan. Sementara WHO telah lama menyatakan bahwa sumber utama infeksi adalah melalui droplet transmission. Naheed mengakui ada "bukti yang muncul" dari penularan melalui udara.
"Kemungkinan penularan melalui udara di area publik terutama dalam kondisi yang sangat spesifik, padat, tertutup, pengaturan ventilasi yang buruk," kata pimpinan teknis WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, Benedetta Allegranzi mengatakan dalam sebuah briefing berita minggu ini.
Penemuan ini terjadi setelah 239 ilmuwan dari 32 negara dan berbagai bidang membuat surat terbuka bahwa ada risiko nyata penularan melalui udara, terutama di lingkungan dalam ruangan, tertutup dan ramai tanpa ventilasi yang tepat. Dancer, yang merupakan salah satu yang menandatangani surat itu, mengatakan ada risiko yang lebih rendah untuk tertular.
Jose-Luis Jimenez, seorang ahli kimia di University of Colorado, juga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa "virus kehilangan infektivitas selama satu jam atau lebih di dalam ruangan".
5. Lalu bagaimana Anda bisa melindungi diri sendiri?
Mengenakan masker dengan benar dan menjaga jarak fisik dianjurkan setiap saat. Para ahli juga merekomendasikan untuk menghindari tempat-tempat ramai, terutama transportasi umum dan tempat umum.
