Mana Lebih Efektif, Rapid Test atau Swab Test?
- VoxPop/Dede Idrus
Baca juga: Pemeriksaan Suhu Tubuh Ternyata Tidak Efektif Deteksi COVID-19
Namun, Agus menjelaskan, PDPI sendiri sejak awal tidak merekomendasikan penggunaan rapid test baik untuk skrining ataupun diagnostik. Karena, rapid test memiliki kelemahan, yakni bisa menghasilkan 'false negative' yakni ketika hasil tes tampak negatif meski sebenarnya positif. Ini terjadi jika rapid test dilakukan kurang dari 7 hari setelah terinfeksi.
"Padahal antibodi kan diperiksa belum tentu terbentuk atau bahkan tidak terbentuk sehingga tidak terdeteksi. Jadi bisa saja seseorang terinfeksi hari ini kemudian belum muncul gejala, kalau teorinya dia muncul antibodi muncul hari ke 7 hingga hari ke-10. Diantara hari ke 0 hingga ke 7 seseorang terinfeksi tidak akan terdeteksi antibodi sehingga menjadi false negatif itu kekurangannya," jelas dia.
