Mana Lebih Efektif, Rapid Test atau Swab Test?

Pemain Persib Bandung jalani tes virus corona.
Sumber :
  • VoxPop/Dede Idrus

Baca juga: Pemeriksaan Suhu Tubuh Ternyata Tidak Efektif Deteksi COVID-19

img_title Pakar Imbau, Waspadai Pandemi Disease X, Mematikan Dibanding COVID-19

Namun, Agus menjelaskan, PDPI sendiri sejak awal tidak merekomendasikan penggunaan rapid test baik untuk skrining ataupun diagnostik. Karena, rapid test memiliki kelemahan, yakni bisa menghasilkan 'false negative' yakni ketika hasil tes tampak negatif meski sebenarnya positif. Ini terjadi jika rapid test dilakukan kurang dari 7 hari setelah terinfeksi.

"Padahal antibodi kan diperiksa belum tentu terbentuk atau bahkan tidak terbentuk sehingga tidak terdeteksi. Jadi bisa saja seseorang terinfeksi hari ini kemudian belum muncul gejala, kalau teorinya dia muncul antibodi muncul hari ke 7 hingga hari ke-10. Diantara hari ke 0 hingga ke 7 seseorang terinfeksi tidak akan terdeteksi antibodi sehingga menjadi false negatif itu kekurangannya," jelas dia.

img_title Epidemiolog Sebut Virus Nipah Bisa Jadi Pandemi, Berpotensi Masuk Indonesia
Presiden Jokowi dicek kesehatan sebelum divaksinasi booster COVID-19 tahap dua

Bertarung Pulihkan Pandemi, Jalan Terjal Pemerintah Indonesia Bangkit dari Belenggu COVID-19

Lantas bagaimana jejak perjalanan mewabahnya virus mematikan Sars-CoV-2 tersebut, hingga langsung memunculkan situasi pandemi yang mencekam di Tanah Air?

img_title
VoxPop.co.id
2 Oktober 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut