Penjelasan Ilmuwan soal Pasien Sembuh yang Kembali Terinfeksi Corona

Ilustrasi virus corona/COVID-19/laboratorium.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VoxPop – Sempat beredar kabar bahwa orang yang sudah terinfeksi COVID-19, tidak akan terpapar virus corona lagi. Namun, sejumlah orang yang sudah dinyatakan sembuh, kembali dinyatakan positif untuk kedua kalinya.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Jadi, memang ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab. Hingga saat ini para ilmuwan menekankan bahwa infeksi ulang seharusnya tidak mungkin terjadi, karena seseorang telah memperoleh cukup antibodi untuk mencegah serangan berulang.  

Baca Juga: Vaksin Virus Corona Asal China Siap Dijual Akhir Tahun Ini

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (DCC) Amerika Serikat juga mengatakan bahwa tidak ada bukti yang sugestif sama. Mereka juga menambahkan bahwa meskipun tidak ada kepastian tentang bagaimana seseorang bisa kebal terhadap infeksi ulang dan untuk kasus infeksi ulang yang cukup besar yang ada, studi investigasi mungkin diperlukan.

Dilansir dari laman Times of India, Kamis, 20 Agustus 2020, dijelaskan bahwa cara tubuh kita belajar melawan suatu penyakit adalah dengan mengingat susunan genetik dari virus yang ada.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Pasca melawan infeksi virus, seseorang memperoleh antibodi yang membantu sistem kekebalan mengingat serangan pertama dan mempersiapkan diri untuk segala jenis serangan di masa depan.  Dengan demikian, tubuh akan berada dalam kondisi yang lebih baik untuk melawan infeksi.

Meskipun hanya ada sedikit bukti klinis tentang orang yang kembali tertular virus corona, para ilmuwan menyarankan bahwa mungkin ada banyak arti dari apa yang bisa berarti infeksi ulang.

Kemungkinan penyebabnya adalah setelah seseorang sembuh dari infeksi, viral load dalam tubuh berkurang.  alam beberapa kasus, pasien yang pulih dapat terus memiliki tingkat virus yang rendah di dalam tubuh dan karenanya, membuat mereka cenderung menunjukkan gejala dan terinfeksi kembali.

Viral load dapat bertahan di dalam tubuh hingga tiga bulan, yang didiagnosis pada sebagian besar orang yang terinfeksi ulang. Namun, para ilmuwan yakin bahwa diagnosis positif untuk kedua kalinya, pasca pemulihan total bukanlah kasus infeksi ulang, melainkan pelepasan virus akibat sisa-sisa jejak virus yang tertinggal di dalam tubuh.

Namun, bisa juga beberapa oran terinfeksi lebih dari sekali karena virus corona tidak aktif di tubuh mereka sampai muncul kembali.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut