WHO Umumkan 3 Kriteria Orang yang Diprioritaskan Dapat Vaksin COVID-19

Vaksin corona
Sumber :
  • Times of India

VoxPop – Dalam pedoman terbaru mengenai distribusi vaksin COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diketahui telah memiliki skema yang bakal diterapkan. Lantas, seperti apakah skema formula yang diusung WHO tersebut?

img_title Vaksin Bukan Cuma untuk Anak, Ini 7 Imunisasi Penting yang Perlu Dipertimbangkan Orang Dewasa

WHO meminta semua negara agar orang-orang yang termasuk dalam kategori berisiko diprioritaskan terlebih dahulu untuk mendapat suntikan vaksin.

Mereka adalah, petugas kesehatan, orang-orang dengan penyakit penyerta dan lansia. Dalam sebuah breafing, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, membicarakan lebih detail mengenai hal ini.

img_title Imunisasi Bayi dan Ibu Hamil Meningkat, Menkes Ungkap Datanya

Baca juga: Akhir Agustus, 3 Zodiak Ini Banyak Kebahagiaan dan Keberuntungan

"Awalnya ketika pasokan terbatas, penting untuk memberikan vaksin kepada mereka yang berisiko tertinggi di seluruh dunia. Ini termasuk petugas kesehatan, karena mereka berada di garis depan dalam pandemi dan sangat penting untuk menyelamatkan nyawa dan menstabilkan sistem kesehatan secara keseluruhan," ujarnya dikutip Times of India, Rabu 26 Agustus 2020.

img_title Seberapa Efektif Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks

"Ini juga mencakup orang-orang yang berusia di atas 65 tahun dan mereka yang memiliki penyakit tertentu yang membuat mereka berisiko lebih tinggi meninggal akibat COVID-19," lanjut Tedros. 

Para ahli percaya dengan mengikuti anjuran tersebut, dapat meminimalkan risiko kematian yang terkait dengan COVID-19. Terutama untuk mereka yang menderita penyakit serius, memiliki kekebalan lemah atau sudah berusia lanjut.

Baca juga: Catat, Ini 4 Syarat Tempat Wisata Aman Dikunjungi Saat Pandemi

WHO juga mengumumkan bahwa hingga saat ini, 172 negara telah menyatakan minatnya untuk menjadi bagian dari platform COVAX.

Nantinya, bersama dengan GAVI dan CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations) negara-negara tersebut akan memberikan pendanaan dan kemajuan yang memadai, sehingga vaksin dapat diproduksi. 

Namun meskipun alokasi dan distribusi vaksin terdengar efisien, nyatanya memberikan vaksin untuk kelompok berisiko atau lansia, tidak semudah kedengarannya. 

Vaksin Rusia, yang pertama kali didaftarkan untuk penggunaan publik, akan diberikan pada sukarelawan yang sehat, berusia antara 18-55 tahun pada tahap awal.

Hal ini berarti, orang lanjut usia dan anak-anak, telah dijauhkan pada fase pertama inokulasi. 

Bio Farma, peluncuran vaksin Bio-TCV

Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional, Bio Farma Luncurkan Bio-TCV Hasil Sinergi Akademisi & Industri

Bio Farma (Persero) resmi meluncurkan Bio-TCV (Typhoid Conjugate Vaccine), vaksin tifoid konjugat pengembangan dalam negeri hasil kolaborasi akademisi dan dunia industri.

img_title
VoxPop.co.id
16 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut