Happy Hypoxia Gejala Baru COVID-19, Ini Kata Peneliti
- U-Report
“Saat kadar oksigen menurun pada pasien dengan COVID-19, otak tidak merespons sampai oksigen turun ke tingkat yang sangat rendah, pada titik di mana, seorang pasien biasanya menjadi sesak napas," jelasnya.
Selain itu, lebih dari separuh pasien dengan silent hypoxemia juga memiliki kadar karbon dioksida yang rendah, yang diyakini Dr. Tobin dan timnya dapat mengurangi efek kadar oksigen darah yang rendah.
Baca juga: Lesty Dirawat di Rumah Sakit, Rizky Billar Kirim Doa
“Ada kemungkinan juga bahwa virus korona melakukan tindakan aneh pada bagaimana tubuh merasakan tingkat oksigen yang rendah,” kata Dr. Tobin.
Spekulasi hal ini dapat dikaitkan dengan kurangnya penciuman yang dialami banyak pasien COVID-19. Untuk itu, dr. Tobin menyarankan agar pemakaian ventilasi tambahan tak digunakan jika bukan dalam keadaan darurat.
"Informasi baru ini dapat membantu menghindari intubasi endotrakeal dan ventilasi mekanis yang tidak perlu, yang menghadirkan risiko," tuturnya.
