Gejala Kanker Usus, Penyakit yang Renggut Nyawa Chadwick Boseman
- Instagram/chadwickboseman
"Jika Anda lahir pada tahun 1990 atau sesudahnya, Anda dua kali lebih mungkin terkena kanker usus besar atau empat kali lebih mungkin terkena kanker rektal daripada mereka yang lahir sebelum tahun 1990," kata Michael Sapienza, CEO dari Aliansi Kanker Kolorektal.
"Sayangnya, ini menjadi epidemi yang semakin besar," lanjut dia.
Sulit dideteksi
Sapienza, yang ibunya meninggal karena kanker usus besar pada usia 56, mengatakan, ahli onkologi melihat lebih banyak diagnosis stadium akhir kanker kolorektal, yang sering disalahartikan sebagai penyakit lain. Ahli onkologi belum mengetahui penyebab meningkatnya jumlah kasus di kalangan anak muda, tetapi ada beberapa teori.
"Apa yang terjadi adalah, orang-orang muda yang pergi ke dokter mengalami gejala, dan mereka biasanya membawa mereka ke tiga atau empat dokter sampai mereka mendapatkan diagnosis," katanya.
"Apalagi sekarang, di dunia telemedicine, orang akan takut untuk merekomendasikan kolonoskopi. Jika Anda mengalami pendarahan rektal, berkeringat di malam hari, kram, terutama keluar darah berwarna gelap, Anda harus memeriksakannya ke dokter,” tambahnya.
Pola makan jadi pemicu
Konsumsi tinggi daging olahan dan alkohol, rendahnya aktivitas fisik dan konsumsi serat, serta merokok juga diketahui sebagai faktor risiko. Mungkin ada perubahan pola makan, obesitas, peningkatan prevalensi diabetes. Semua hal ini juga terkait dengan kanker usus.
“Tidak mengherankan jika waktu epidemi obesitas sejalan dengan peningkatan kanker kolorektal karena banyak perilaku yang diduga mendorong kenaikan berat badan, seperti pola makan yang tidak sehat dan gaya hidup yang tidak banyak bergerak, secara independen meningkatkan risiko kanker usus,” kata peneliti dalam studi tahun 2017 itu.
