Ilmuwan Temukan Antibodi Penetral untuk Obati dan Cegah COVID-19

Virus corona COVID-19.
Sumber :
  • Pixabay

VoxPop – Para ilmuwan di AS mengklaim telah menemukan antibodi yang mampu sepenuhnya menetralkan virus corona. Hal ini bisa menjadi terobosan besar dalam proses pencarian cara menyembuhkan COVID-19.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Penemuan itu dibuat oleh tim di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh. Mereka menemukan komponen antibodi 10 kali lebih kecil dari antibodi berukuran penuh yang mampu menetralkan sepenuhnya dan secara spesifik terhadap virus jenis SARS-CoV-2.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell itu menyebut bahwa antibodi itu dinamakan sebagai Ab8. Menurut laporan tersebut, obat Ab8 sangat efektif dalam mencegah dan mengobati penyakit tersebut pada hewan uji coba yakni tikus dan hamster yang terinfeksi.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Baca juga: Alasan Kenapa Jenazah COVID-19 Harus Dibungkus Plastik

"Ab8 tidak hanya berpotensi sebagai terapi untuk COVID-19, tetapi juga dapat digunakan untuk mencegah orang terkena infeksi SARS-CoV-2," kata rekan penulis John Mellors sekaligus kepala Divisi Penyakit Menular di Pitt dan UPMC.

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

Obat itu juga dilaporkan tidak mengikat sel manusia, menunjukkan bahwa obat itu tidak akan memiliki efek samping negatif pada manusia. Diharapkan obat tersebut juga menjadi potensi pencegahan terhadap SARS-CoV-2 yang telah menyebar ke seluruh dunia.

"Antibodi dengan ukuran lebih besar telah bekerja melawan penyakit menular lainnya dan telah ditoleransi dengan baik, memberi kami harapan bahwa ini bisa menjadi pengobatan yang efektif untuk pasien dengan COVID-19 dan untuk perlindungan bagi mereka yang tidak pernah mengalami infeksi dan tidak kebal," katanya lagi.

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut