Wanita Ini Klaim Sembuh COVID-19 Pakai Teh Dicampur Minyak Kayu Putih
- Health Guide
Kayu putih atau eucalyptus beberapa waktu lalu memang disebut-sebut mampu mencegah COVID-19. Klaim ini menjadi perbincangan hangat setelah Kementerian Pertanian merilis kalung anti virus corona dengan kandungan eucalyptus.
Namun, hingga kini klaim ini belum didukung oleh studi. Ini juga yang membuat klaim anti virus corona itu menjadi perdebatan ahli.
ahli farmakologi, Prof dr. Taruna Ikrar MPharm, MD, PhD, menyebut, kalung eucalyptus bersifat sebagai inhaler yang bisa melegakan pernapasan karena ada bau kayu putih.
Kayu putih diketahui sudah dipakai sejak zaman nenek moyang sebagai minyak gosok atau aroma terapi. Tapi, Taruna masih meragukan kegunaannya untuk obat bahkan antivirus.
"Membuktikan dulu dengan uji preklinis dan klinis. Ada potensi tapi harus diuji,” kata dia.
Baca juga: Pakar Ingatkan Bahaya Klaim Kalung Eucalyptus Sebagai Antivirus
Sementara itu, dari hasil penelitian terkini Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Republik Indonesia, minyak esensial eucalyptus, eucalyptol (1.8 Cineol) pada konsentrasi tertentu dapat menghambat 80 – 100 persen pertumbuhan gama virus corona.
Eucalyptol adalah senyawa aktif yang terkandung dalam minyak dari hasil suling tumbuhan eucalyptus, sedangkan 1.8 cineol juga senyawa aktif yang ada di dalam eucalyptol. Kedua kandungan ini sudah secara uji laboratorium dapat menjadi antioksidan dan berperan dalam penyembuhan dari penyakit saluran pernapasan.
