Gejala Khas Pasien COVID-19, Tidak Bisa Cium Dua Bau Ini

Virus corona
Sumber :
  • Times of India

VoxPop – Sebelumnya, batuk kering, demam, dan kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, disebut sebagai gejala khas virus corona atau COVID-19. Namun, kehilangan indra penciuman dan rasa, juga telah diidentifikasi sebagai salah satu gejalanya.

img_title Bertarung Pulihkan Pandemi, Jalan Terjal Pemerintah Indonesia Bangkit dari Belenggu COVID-19

Kehilangan indra pengecap yang signifikan, meski tidak mengalami pilek atau batuk, sekarang dianggap sebagai salah satu ciri khas virus SARS-CoV-2.

Mengingat kehilangan indra penciuman sebelumnya telah dikaitkan dengan serangan pilek dan batuk yang parah, sangat penting untuk memahami bagaimana rasa kehilangan penciuman sebenarnya setelah terinfeksi virus corona.

img_title COVID-19 di Jakarta Naik Lagi, Total Ada 365 Kasus

Baca juga: Didistribusikan Hari Ini, Obat COVID-19 Remdesivir Dibanderol Rp3 Juta

Dilansir Times of India, banyak peneliti percaya, anosmia (kehilangan penciuman) dengan virus corona adalah tanda peringatan dini infeksi ini.

img_title Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Naik Sejak November 2023

Namun, penelitian inovatif baru-baru ini yang dilakukan oleh para peneliti dari National Agri-Food Biotechnology Institute Mohali dan Institut Pascasarjana Pendidikan dan Penelitian Kedokteran Chandigarh, telah menemukan bahwa mereka yang terinfeksi COVID-19, tidak bisa mencium atau hanya mendeteksi bau dan wewangian tertentu.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan di media cetak, para peneliti memanfaatkan lima jenis aroma, yang biasa terdapat di semua rumah tangga di India, untuk mengembangkan tes penciuman.

Baca juga: Masker Scuba Dilarang, Ini Lho Penjelasannya

Kelima wewangian ini dipilih berdasarkan survei online di mana daftar 30 aroma disajikan kepada 100 orang dan mereka diminta untuk memilih yang paling mudah mereka identifikasi. Atas dasar hasil tersebut, akhirnya dipilih lima aroma, yaitu bawang putih, peppermint, kapulaga, minyak kelapa dan adas.

Untuk melakukan penelitian, aromanya dimasukkan ke dalam tabung dan dikemas dalam tas. Kemudian, relawan penelitian diberi lembar tanggapan untuk diisi apakah mereka dapat mencium dan mengidentifikasi bau yang ada di dalam tas tersebut. 

Untuk melakukan penelitian, 49 pasien virus corona tanpa gejala (OTG) dan 35 orang yang tidak memiliki COVID-19, diminta untuk mengikuti beberapa tes.

Sesuai laporan yang diterbitkan di Print, percobaan lanjutan lain dilakukan untuk mengonfirmasi temuan penelitian, di mana urutan aroma diubah dan air juga ditambahkan dalam tes penciuman ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut