Ibu, Hindari 4 Kesalahan Ini Demi Cegah Anak Stunting
- Freepik/freepik
Ia juga mengatakan bahwa terkadang orangtua yang merasa kasihan pada anak, sehingga memilih untuk memberi camilan meski itu tidak menyehatkan. Padahal kita lebih bertanggung jawab atas apa yang kita berikan pada anak, terutama soal camilan.
Untuk itu, yang bisa Anda lakukan adalah memberi camilan sehat secukupnya. Anda juga bisa memilih suplemen bernutrisi yang bermanfaat bagi tumbuh kembang sang buah hati.
4. Tidak memantau perkembangan
![]()
Tak hanya tidak memantau tumbuh kembang, bahkan masih ada orangtua yang tidak memahami parameter perkembangan pada anak. Kata Jose, banyak orang berpikir anak yang gemuk adalah anak yang lucu. Tapi itu bukan parameter utama kesehatan anak.
"Lebih penting melihat tinggi anak. Orangtua harus lebih sering memonitor dan mengukur tinggi badan anak dibandingkan menimbang berat badan," kata Jose.
Lebih lanjut, Jose mengatakan, sebenarnya berat badan anak itu penting, tapi bukan indikator terpenting dalam kesehatan anak. Indikator perkembangan anak yang terpenting adalah tinggi, berat badan dan imunitas.
"Ada hubungan kuat antara imunitas dan perkembangan anak. Kalau anak sering sakit, bahkan anak kembar yang lebih sedikit terkena infeksi akan memiliki badan yang lebih tinggi," jelas Jose.
Sementara berat badan bisa berubah-ubah dengan cepat. Namun, tinggi badan perlu waktu untuk melihat perbedaan dan kemajuannya.
Ia kemudian kembali menekankan pentingnya memberikan nutrisi baik dan seimbang di lima tahun pertama hidup anak agar si kecil terhindar dari stunting.
Stunting bisa menyebabkan perkembangan kognitif dan otak yang buruk di masa depan. Stunting juga bisa mengurangi performa akademis, menurut studi. Anak yang obesitas juga berisiko mengembangkan penyakit kronis saat dewasa.
"Stunting adalah kombinasi gejala dan kondisi negatif yang berbeda. Itulah kenapa memantau tinggi anak sangat penting dilakukan terutama di lima tahun pertama hidup anak," tutupnya.
