Seberapa Jauh COVID-19 Dapat Menyebar di Dalam Ruangan?

Ilustrasi virus corona/COVID-19.
Sumber :
  • Freepik/Harryarts

VoxPop – Tidak ada tempat yang benar-benar aman dari virus corona atau COVID-19. Studi terbaru mengatakan, kemungkinan penyebaran COVID-19 di dalam ruangan tergolong lebih tinggi, karena penyebaran aerosol.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Dalam studi yang dilakukan oleh seorang insinyur yang berbasis di Amerika Serikat, Suresh Dhaniyala, mengatakan faktor risiko penularan COVID-19 terletak pada seberapa jauh aerosol dapat menyebar, terutama di lingkungan yang terbatas.

Baca Juga: Mengenal 3 Vaksin COVID-19 yang Akan Hadir di Indonesia pada November

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Seperti diketahui, virus corona tidak hanya menular melalui kontak langsung, tetapi juga melalui aerosol yang ditransmisikan melalui udara, yang tidak hanya dapat menempuh jarak yang lebih jauh, tetapi juga tetap berada dalam lingkungan tertentu untuk waktu yang lebih lama.

Satu-satunya cara nyata untuk benar-benar meniadakan risiko penularan aerosol adalah memiliki saluran ventilasi yang baik. Demikian dikutip dari Times of India, Selasa, 13 Oktober 2020.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Warga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan Virus Corona (foto ilustrasi).

Akibatnya, area yang lembap dan tidak berventilasi dapat menjadi media penyebaran virus, termasuk virus corona. Oleh karena itu, selain menghindari kontak, salah satu alasan utama beberapa orang terhindar dari risiko penularan langsung, meskipun kontak dengan orang yang terinfeksi adalah jarak yang mungkin mereka jaga.

Para ilmuwan telah berulang kali menegaskan bahwa ventilasi dan sinar matahari alami dapat menurunkan kekuatan virus SARS-COV-2, seperti virus lainnya yang juga kerap menyerang.

Untuk alasan yang sama, ruangan tertutup dan kotor lebih rentan sebagai penyebar virus dibanding kamar dengan ventilasi seragam dan pasokan udara alami yang memadai. Untuk menunjukkan hal yang sama, para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut melakukan eksperimen aerosol.

Para ilmuwan memperkenalkan aerosol yang ukurannya serupa dengan yang disebarkan oleh manusia di dalam lingkungan kelas, yang biasa menampung hingga 30 siswa. Para ilmuwan kemudian memasang sensor di ruang kelas untuk memetakan sejauh mana aerosol dapat bergerak.

Ilustrasi virus corona/COVID-19/masker.

Teramati bahwa aerosol yang tersebar dari depan kelas mampu mencapai bagian belakang ruangan dalam waktu 10-15 menit setelah transmisi. Namun, karena adanya ventilasi aktif di lingkungan, transmisi adalah 1/10 dari sumbernya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut