Penelitian Terbaru, Bagaimana Virus Corona Bisa Menyerang Otak

Ilustrasi otak manusia.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Pandemi virus corona telah merenggut nyawa lebih dari 1 juta orang lebih dan menginfeksi lebih dari 38,3 juta orang di seluruh dunia. Virus ini menyerang paru-paru dan organ vital tubuh lainnya termasuk ginjal, jantung, dan hati.  

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Namun, penelitian terbaru mencatat bahwa virus corona juga berdampak pada otak karena dokter semakin banyak menyaksikan gejala neurologis pada pasien COVID-19.

Penelitian terbaru menunjukkan bukti yang jelas bahwa virus SARS-CoV-2 menyebabkan berbagai manifestasi neurologis dan juga menyerang sel-sel otak. Studi pertama telah dipublikasikan di jurnal Neurology yang dilakukan pada 64 pasien COVID-19 dengan usia rata-rata 66 tahun di 11 rumah sakit.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Baca juga: 

Dari penelitian itu, ditemukan bahwa gejala neurologis yang paling umum pada pasien adalah kebingungan (53 persen), diikuti oleh agitasi (31 persen), tanda-tanda klinis keterlibatan saluran kortikospinalis diamati sebesar 31 persen dan 16 persen pasien menderita sakit kepala.

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

Lebih lanjut, hasil MRI dari 54 persen pasien dianggap abnormal, demikian laporan yang dikutip dari laman Times of India. 

Penelitian kedua yang dipublikasikan di Annals of Clinical and Translational Neurology melibatkan 509 pasien.  Sesuai laporan, 215 pasien telah mengembangkan manifestasi neurologis pada awal penyakit, 315 pasien selama rawat inap dan 419 pasien selama perjalanan penyakit.  

Para peneliti menemukan bahwa manifestasi neurologis yang paling umum dari penyakit ini termasuk mialgia (44,8 persen), sakit kepala (37,7 persen), 31,8 persen menderita ensefalopati, 29,7 persen mengalami pusing, 5,9 persen menderita dysgeusia (indera perasa terganggu), dan 11,4 persen pasien menderita anosmia (kehilangan penciuman).

Temuan kedua penelitian tersebut mencatat bahwa pasien COVID-19 dapat mengembangkan manifestasi neurologis karena penyakit tersebut.  Penularan yang sangat menular juga terkait dengan manifestasi neurologis yang parah dan fatal dari penyakit tersebut, termasuk stroke dan ensefalitis.

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut