Deteksi Dini OTG COVID-19, Alat PCR Asal Korea Siap Edar

Ilustrasi virus corona/COVID-19/laboratorium.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VoxPop – Pakar menyebut bahwa salah satu pemicu kasus virus corona atau COVID-19 masih terus bertambah, lantaran banyaknya Orang Tanpa Gejala (OTG) di tengah masyarakat. Dengan tak nampaknya gejala, membuat deteksi dini kian diperlukan untuk bisa mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 yang semakin meluas.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu alat deteksi dini yang akurat dan diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah polymerase chain reaction (PCR). Alat tersebut pun sangat beragam, di mana di Korea Selatan telah sukses menguji salah satunya, yang disebut AccuraDtect.

Baca Juga: 3 Hal Ini Tingkatkan Risiko Terinfeksi Ulang COVID-19

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

AccuraDtect sendiri merupakan alat uji molekuler COVID-19 yang sangat akurat dalam menyasar leader sequence yang umumnya ditemukan dalam sel yang terinfeksi selain gen N2, yang biasanya mendiagnosis apakah seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak.

Perusahaan Daewoong Pharmaceutical Company Indonesia (DPCI) yang memproduksi alat deteksi ini pun telah mendapat Nomor Izin Edar AccuraDtect SARS-COV-2 RT-qPCR, yaitu alat tes molekular untuk COVID-19 di Indonesia.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Alat tes PCR dari Korea Selatan, AccuraDtect SARS-COV-2 RT-qPCR.

"Seiring dengan penyebaran COVID-19 di Indonesia yang semakin parah, permintaan alat tes COVID-19 di setiap negara terus meningkat dengan pesat. Dengan diperolehnya izin edar ini, kami berharap bahwa penyediaan alat uji diagnostik PCR (Polymerase Chain Reaction) unggulan Korea ini dapat berkontribusi besar dalam membantu upaya Indonesia mengatasi pandemi COVID-19," ujar CEO DPCI, Sengho Jeon dalam keterangan tertulis yang diterima VoxPop, Minggu, 25 Oktober 2020.

Berdasarkan standar yang direkomendasikan olehWHO dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, AccuraDtect menyasar tiga biomarker yang dapat mengidentifikasi keberadaan virus corona, yaitu RdRp, E dan N2 dan dapat memberikan hasil hanya dalam waktu empat jam setelah pengambilan sampel.

Secara khusus, alat uji ini dirancang untuk mengukur Ribonuklease (RNase) P yang dapat menentukan kesesuaian sampel dan bertindak sebagai penyebar infeksi dalam sel virus yang terinfeksi. Menggunakan teknik amplifikasi gen yang disebut sebagai real-time polymerase chain reaction (RT-qPCR) untuk memperkuat dan mendeteksi gen virus, alat uji ini juga memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi (termasuk sensitivitas dan spesifisitas).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut