Hasil Tes COVID-19 Negatif, Amankah Bertemu Orang?

Ilustrasi Virus Corona COVID-19 mengubah tatanan kehidupan manusia di Bumi.
Sumber :
  • vstory

VoxPop – Hasil tes negatif COVID-19 menjadi salah satu hal yang membuat orang lega di tengah pandemi. Tidak hanya itu saja, hasil tes negatif COVID-19 juga menjadi syarat ketika seseorang akan bepergian ke luar kota. Ini dilakukan untuk menjamin dan mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas. 

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Tapi, apakah hasil tes COVID-19 negatif cukup jelas bagi seseorang untuk berkumpul dengan orang lain? Satu laporan negatif tidak cukup membuktikan bahwa aman bagi orang tersebut untuk bergaul dan berada di sekitar orang lain.  

Diagnosis COVID-19 negatif bisa sangat melegakan, mengandalkan laporan negatif saja mungkin bukan jaminan bahwa Anda tidak akan menulari orang lain, atau membuat orang lain berisiko. Suka atau tidak suka, tidak semua hasil tes COVID-19 paling tepat.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Baca juga: Hore, 5 Zodiak Ini Bisa Lunasi Semua Utang di November 2020

Meskipun pengujian COVID-19 sebagian besar sangat mudah dilakukan, keakuratan dan sensitivitas pengujian saat ini mungkin bergantung pada banyak faktor.  Misalnya, tes RT-PCR, yang dapat mendeteksi bahkan sebagian kecil dari viral load dianggap sebagai standar emas untuk pengujian virus corona baru. Namun, penggunaannya masih harus disadari. 

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Tes RT-PCR juga lebih mahal, dan membutuhkan waktu 24-42 jam untuk memberikan hasil. Di banyak tempat, tes antigen digunakan, yang tidak hanya lebih murah, tetapi lebih mudah dilakukan, meskipun kemungkinan besar menghasilkan positif dan negatif palsu.  

Oleh karena itu, selalu ada kemungkinan tes yang Anda lakukan memberikan hasil yang salah, dan memberi Anda rasa aman yang salah. Kemudian, keakuratan hasil tes tergantung pada waktunya.

Virus ini memiliki masa inkubasi 5-12 hari, tetapi dalam beberapa kasus, bisa lebih lama dari itu. Jadi, jika Anda mungkin telah terpapar seseorang dengan infeksi aktif, Anda harus memperlakukan dua minggu ke depan sebagai masa karantina juga.

Baca juga: Penderita Diabetes Masih Bisa Makan Nasi, Asal Ikuti Aturan Ini

Menurut sebuah penelitian, tes RT-PCR, misalnya, paling rentan memberikan hasil yang salah pada hari-hari awal timbulnya infeksi (4-5 hari). Risikonya berlipat ganda dengan pengujian antigen. Inilah salah satu alasan mengapa orang diminta untuk menjalani tes RT-PCR jika mereka mendapatkan hasil negatif pada tes antigen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut