Perhatikan Ini Setelah Dinyatakan Negatif COVID-19

Petugas medis menunjukkan hasil screening rapid test non reaktif COVID-19
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rahmad

VoxPop – Mendapatkan tes negatif virus corona atau COVID-19 merupakan jaminan besar pada saat pandemi. Terutama setelah kamu menghabiskan hari-hari menderita dalam isolasi.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Tapi sayangnya, satu laporan negatif tidak cukup membuktikan bahwa orang tersebut sudah aman, bergaul dan berada di sekitar orang lain. Menganggap tes negatif sebagai 'aman' dari COVID-19 bisa menjadi kesalahan besar.

Dilansir Times of India, Selasa 3 November 2020, diagnosis COVID-19 negatif bisa sangat melegakan. Namun, mengandalkan laporan negatif saja mungkin bukan jaminan bahwa kamu tidak akan menulari orang lain, atau membuat orang lain berisiko. Inilah alasannya.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Suka atau tidak suka, tidak semua hasil COVID-19 bisa tepat. Meskipun pengujian COVID-19 sebagian besar sangat mudah dilakukan. Namun, tingkat akurasi dan sensitivitas pengujian ini bergantung pada banyak faktor.

Misalnya, tes PCR yang dapat mendeteksi bahkan sebagian kecil dari viral load. Namun, tes PCR lebih mahal dan membutuhkan 24-42 jam untuk mendapatkan hasilnya.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Di banyak tempat, rapid test digunakan, yang tidak hanya lebih murah, tetapi lebih mudah dilakukan, meskipun kemungkinan besar mendapatkan hasil positif dan negatif palsu. Oleh karena itu, selalu ada kemungkinan tes yang kamu lakukan, memberikan hasil yang salah dan memberi rasa aman palsu.

Kedua, keakuratan hasil tes tergantung pada waktunya. Virus ini memiliki masa inkubasi 5-12 hari. Tetapi dalam beberapa kasus, bisa lebih lama dari itu. Jadi, jika kamu mungkin pernah terpapar seseorang dengan infeksi aktif, kamu harus memperlakukan dua minggu ke depan sebagai masa karantina.

Menurut sebuah penelitian, tes PCR paling rentan memberikan hasil yang salah pada hari-hari awal timbulnya infeksi, yaitu 4-5 hari. Risikonya akan berlipat ganda jika hanya melakukan rapid test. Inilah salah satu alasan mengapa orang diminta untuk menjalani tes PCR, meski rapid test dinyatakan negatif.

Para ahli juga mengatakan, hanya mengandalkan tes sebagai pengamanan dapat membuat orang 'lalai'. Seharusnya, langkah-langkah aman lain juga harus tetap diterapkan, yaitu dengan menerapkan 3M. Ingat, tes adalah tindakan pencegahan dan hanya efektif jika kamu menerapkan langkah-langkah keamanan lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut