5 Efek Samping Tak Biasa Vaksin COVID-19
- Freepik/jcomp
VoxPop – Saat ini program vaksinasi COVID-19 tengah dijalani di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Pemberian vaksin COVID-19 ini tentunya bisa menimbulkan sejumlah efek samping, yang sebenarnya bisa menjadi tanda bahwa vaksin itu sedang bekerja di tubuh penerimanya.
Beberapa efek samping dari vaksin COVID-19 yang dilaporkan antara lain demam, menggigil, nyeri otot, nyeri di tempat suntikan dan mengalami semacam rasa tidak enak badan bisa menjadi efek samping yang umum dari vaksinasi- dan yang harus Anda persiapkan.
Namun, dengan semakin banyak orang yang menerima suntikan vaksin, daftar gejala yang tercatat terus bertambah. Misalnya, perhatian sekarang sedang diarahkan ke beberapa efek samping yang 'aneh' dan tidak biasa.
Apa sebenarnya yang menyebabkan gejala-gejala ini setelah suntikan vaksin tidak diketahui.
Namun, penting untuk menyadari gejala-gejala yang lebih baru dan lebih jarang terjadi yang dapat terjadi, terutama jika Anda sensitif atau berisiko mengalami reaksi alergi terhadap vaksin. Dilansir dari laman Times of India, Selasa, 16 Maret 2021, berikut ini lima efek samping tak biasa dari vaksin COVID-19.
1. Bibir bengkak
Dalam kejadian yang tidak biasa, beberapa orang yang telah diinokulasi dengan vaksin Moderna mengalami semacam bibir bengkak dan melepuh.
Meskipun ada beberapa teori yang menyatakan bahwa orang yang melakukan filler bibir dapat mengembangkan respons alergi (pembengkakan), namun reaksi ini dikategorikan sebagai reaksi langka dan tidak biasa, yang jarang terjadi.
Orang dengan reaksi tersebut selanjutnya mengatakan bahwa rasanya bisa terasa seperti melepuh yang menyakitkan, tidak nyaman dan juga disertai dengan mulut kering.
Walaupun bibir bengkak itu sendiri merupakan reaksi yang tidak berbahaya, hal ini juga bisa menjadi bentuk reaksi tertunda terhadap inokulasi.
2. Lengan COVID-19
Efek samping baru lainnya yang ditemukan akhir-akhir ini adalah 'lengan COVID-19'- efek samping yang dapat membuat penerima mengalami lesi merah aneh di tempat suntikan dan mengalami kekakuan dan nyeri yang berkepanjangan.
Secara medis, ini bisa disebut sebagai hipersensitivitas kulit tertunda, yang pada dasarnya berarti reaksi tertunda pada kulit.
