3 Masalah Pendengaran Ini Bisa Jadi Tanda Terinfeksi COVID-19

Ilustrasi wanita/sedih.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VoxPop – Pandemi COVID-19 sudah setahun melanda dunia. Selama setahun ini diketahui virus yang diduga berasal dari pasar hewan di Wuhan, China ini menunjukkan sejumlah gejala baru.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Bukan hanya demam, nyeri dada dan sakit tenggorokan saja. Sejumlah gejala baru juga dilaporkan, salah satunya adalah gangguan pendengaran. Dari apa yang semakin banyak diamati, kehilangan pendengaran bisa menjadi indikator kuat penyebaran COVID-19 di tubuh Anda.

Sebuah studi kolektif terhadap lebih dari 56 studi kasus di Wales yang ditinjau selama lebih dari setahun telah diterbitkan dalam Jurnal Audiologi Internasional. Studi ini menetapkan hubungan umum antara diagnosis COVID-19 dan masalah pendengaran.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Meskipun sejauh ini virus telah dikaitkan dengan penyebab masalah sepele yang dapat berdampak pada fungsi vital, gejala disfungsi pendengaran dapat berarti bahwa tidak ada alasan bagi kita untuk mengabaikan gejala terbaru.

Dilansir dari laman Times of India, Rabu, 24 Maret 2021, berikut ini 3 gejala COVID-19 yang perlu diperhatikan.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

1. Tinnitus

Dengung atau suara bising yang tidak henti-hentinya di salah satu atau kedua telinga dapat ditandai dengan tinnitus. Hal yang paling mengganggu dari sensasi yang tidak menyenangkan ini adalah bahwa suara tersebut sebenarnya tidak dihasilkan secara eksternal dan tidak dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar Anda.

Bagi beberapa orang, rasa sakit yang terkait dengan tinbitus bisa sangat buruk, sehingga dapat membuat mereka berada dalam kondisi yang sangat melemahkan. Ini juga bisa menjadi pengembangan pasca COVID-19 yang tersisa.

Meskipun ini bukan gejala klasik yang terkait dengan COVID-19, dokter percaya bahwa perkembangannya tidak aneh. Seperti virus lain yang menyebabkan infeksi telinga dan sinus, nyeri tinnitus bisa jadi merupakan reaksi sistem kekebalan yang berlebihan, yang dapat menyebabkan gangguan antara sinyal telinga dan otak.

Meskipun demikian, tinnitus bisa menjadi gejala yang sangat mengganggu untuk dialami, tanpa adanya rencana perawatan.

Jika Anda mengalami tinnitus sebagai kemungkinan infeksi virus, obat anti-inflamasi atau steroid dapat diberikan untuk meredakan masalah. Lakukan pengujian sekaligus jika Anda mencurigai adanya masalah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut