Mengenal Sirosis Hati, Harus Deteksi Sejak Dini

Ilustrasi sirosis hati.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Sirosis hati atau kerusakan hati menahun karena fibrosis hati, sangat menakutkan jika dialami seseorang. Selain tidak memiliki gejala yang khas pada stadium awal, tetapi memiliki risiko kematian yang tinggi pada stadium lanjut yaitu pada stadium dekompensasi.

img_title Peran Teknologi Medis Modern untuk Menekan Risiko Paparan Darah pada Nakes

Satu-satunya langkah yang efektif adalah melakukan deteksi awal penyakit hati. Lalu bagaimana cara mengenali gejala sirosis dan penyebabnya?

Sirosis hati secara perlahan akan mengakibatkan menurunnya fungsi hati dan meningkatkan tekanan vena portal. Hal ini berjalan bertahun tahun tanpa memberikan gejala dan tanda klinis yang tidak kita sadari. Namun perkembangan ini dapat kita hambat atau hentikan bila penyebabnya diobati.

img_title Dukung Ketersediaan Stok Darah di Ibu Kota, Bank Jakarta Gelar Aksi Donor Darah

"Penyebab Sirosis hati dapat diketahui melalui deteksi awal melalui pemeriksaan klinis dan laboratoris," ujar Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastro Enterologi Hepatologi dr. Agus Sudiro Waspodo Sp. PD - KGEH dari Siloam Hospital ASRI melalui Edukasi Webinar, baru-baru ini. 

Dikatakan Agus, gejala khusus yang harus diketahui yaitu ketika penderita Sirosis  kerap mengalami rasa mual, muntah secara kontinyu, lemas dan mengalami penurunan nafsu makan. 

img_title Mayat Pria di Toilet ITC Fatmawati Bikin Geger, Polisi Beber Fakta Mengejutkan

"Gejala khusus  lainnya adalah timbulnya rasa tidak nyaman di daerah perut sebelah kanan bagian atas, bagian mata yang berwarna putih menjadi menguning dan atau muntah darah," ujar Agus.

Agus menyarankan agar masyarakat segera melakukan deteksi dini pada organ hati, karna  merupakan langkah efektif guna mengetahui ada tidaknya potensi sirosis pada organ hati. 

"Terlebih jika anda rutin mengkonsumsi cairan beralkohol, memiliki berat badan berlebih atau pernah terinfeksi virus Hepatitis," katanya.

Agus juga menjelaskan, melalui deteksi dini, dokter dapat menentukan seseorang menderita sirosis. Melalui perubahan pada tubuh pasien. Namun untuk lebih memastikannya, dokter akan menjalankan tes darah, uji pencitraan, atau mengambil sampel jaringan dari hati.

"Dari deteksi dini tersebut, akan diketahui. Jika diperlukan pengobatan sirosis bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan meredakan gejala yang timbul," kata Agus.

Apabila organ hati sudah tidak bisa berfungsi, penderita perlu menjalani transplantasi hati, yaitu mengganti organ hati yang rusak dengan organ hati yang sehat dari pendonor.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut