Asal Minum Obat Warung, Infeksi 'Jamur Hitam' Mengintai

COVID-19
Sumber :
  • Pinkvilla

VoxPop – Wabah infeksi jamur hitam yang mengintai warga India di tengah tsunami COVID-19 membuat masalah kesehatan kian berat. Terlebih, infeksi jamur yang disebut mukormkosis itu tak hanya menginfeksi pasien COVID-19, namun juga penyintasnya dan bahkan mereka yang kerap mengonsumsi sembarang obat.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Pada pasien COVID-19 derajat berat terjadi gangguan sistem kekebalan tubuh yang serius dan berisiko mengalami infeksi jamur sistemik (seluruh tubuh). Kewaspadaan terhadap infeksi jamur harus terus ada setelah pasien dinyatakan sembuh (pasca-COVID-19). Hal ini dikarenakan sistem imun pasien biasanya belum sepenuhnya pulih, sehingga risiko infeksi jamur sistemik masih tetap ada. 

Infeksi jamur sistemik, khususnya mukormikosis pada pasien COVID-19 terjadi karena gangguan bahkan ‘kelumpuhan’ sistem imun, sehingga tubuh tidak mampu mengeliminasi atau menghalangi invasi jamur ke dalam tubuh. Juga, diabetes mellitus dengan gula darah belum terkontrol.

img_title Pastikan Produksi Obat Berkualitas, Dexa Group Dukung JKN hingga BPJS Kesehatan

Yang jarang diketahui, pemakaian obat kortikosteroid dan anti-inflamasi dalam waktu lama juga menjadi pemicu infeksi jamur rentan mengintai. Jamur akan mudah melawan sistem kekebalan tubuh akibat pemakaian obat-obatan tersebut tanpa pengawasan dokter.

"Teman-teman mungkin pernah ketemu orang beli deksametason sendiri sementara pasien isolasi mandiri. Ini tidak boleh dikerjakan," ujar Ahli penyakit infeksi dari Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Anna Rozaliyani, MBiomed, SpP(K), dalam acara virtual bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

img_title Dramatis! Pengemudi Ojek Ditembak Terduga Maling Motor Saat Coba Gagalkan Pelarian

Obat-obatan kortikosteroid sendiri biasanya dikonsumsi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri lantaran dianggap meredakan gejalanya. Hal ini juga dianggap menjadi pemicu wabah infeksi jamur di India.

"Di India konon kabarnya ini terjadi overuse steroid. (Faktor) Sudah kondisi alam, lalu kondisi komorbid juga penanganan Diabetes Melitus, tambah tsunami COVID-19 sehingga sistem kesehatan India sempat lumpuh," tutur dokter Anna.

Selain itu, kelompok lain yang paling berisiko mengalami mukormikosis, antara lain pasien kanker dan penerima transplantasi organ, cedera kulti berat, pasien gagal ginjal kronis dan HIV, serta bayi lahir prematur.

Untuk itu, dokter Anna menegaskan pentingnya pencegahan infeksi jamur yang bisa saja mengintai masyarakat Indonesia. Berikut pencegahan utamanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut