Usia 50 Tahun Keatas, Pneumonia Rentan Menyerang
- Pixabay/ stevepb
Mendampingi orang tua dalam perawatan kesehatan mereka
Agar terhindar dari pneumonia, penting bagi orang memasuki usia lanjut untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan dan menerima vaksinasi PCV. Namun, seringkali orang tua tidak termotivasi untuk melakukan rutinitas ini. Anak dapat menjadi roda penggerak agar orang tua pada akhirnya dapat menemui petugas kesehatan dan mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Menurut dr. Ida, salah satu faktor keengganan orang tua untuk menerima vaksin atau melakukan perawatan kesehatan adalah kurangnya referensi dan informasi. “Oleh karena itu, untuk meyakinkan orang tua tentu harus kita lihat situasinya terlebih dahulu. Mula-mula kita gali pemahaman mereka. Bila pemahamannya benar, kita kuatkan. Bila salah, kita perbaiki. Kita juga harus bisa mengajak orang tua berdiskusi sekaligus memberikan edukasi dari sumber yang valid,” jelas dr. Ida.
“Seorang anak juga perlu melakukan upaya lebih jauh dari sekadar mengingatkan orang tua untuk memeriksakan kesehatan ataupun menerima vaksinasi. Hal lain yang dapat dilakukan, misalnya membantu orang tua untuk membuat janji dengan dokter ataupun rumah sakit, hingga menjemput dan mengantar mereka ke rumah sakit untuk kontrol rutin. Dengan meminimalkan upaya yang orang tua harus lakukan, orang tua memiliki lebih sedikit alasan untuk menolak imbauan dari anak,” tambah dr. Amira.
Tetap jaga kesehatan diri sendiri
Penting bagi anak untuk dapat menjaga kesehatannya sendiri agar tidak membebani pikiran orang tua, terutama ketika sedang sibuk merawat orang tua.
“Orang tua cenderung memprioritaskan kesehatan anak-anak dan cucunya ketimbang kesehatannya sendiri. Mereka pun juga tidak ingin kondisi kesehatannya merepotkan keluarga dan sanak saudaranya. Oleh karena itu, penting bagi anak yang sedang merawat orang tuanya untuk tidak memaksakan diri dan tetap menjaga kesehatan, agar tidak membuat orang tua khawatir yang mana dapat mempengaruhi daya tahan dan kondisi kesehatan mereka,” lanjut dr. Ida.
Pfizer Indonesia selaku kolaborator acara kembali menekankan dukungan mereka terhadap program edukasi guna meningkatkan pencegahan akan penyakit pneumonia serta meningkatkan akses publik terhadap pelayanan kesehatan preventif yang berkualitas.
