Sembuh dari COVID-19, Kok Sering Alami Kesemutan? Ini Kata Ahli

Warga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan Virus Corona (foto ilustrasi).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

VoxPop – Beberapa penyintas mengeluhkan kondisi kesehatannya tidak kembali prima seperti sedia kala, setelah sembuh dari COVID-19. Virus COVID-19 diketahui membawa dampak berkelanjutan pada organ tubuh seperti pernafasan.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Sejumlah penyintas mengeluhkan rasa kelelahan ketika menaiki anak tangga hingga napas pendek.

Namun, tidak hanya berdampak pada pernapasan saja. Beberapa pasien yang telah dinyatakan negatif COVID-19 juga mengalami dampak gangguan neurologis atau saraf.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Gangguan neurologis yang dialami oleh pasien yang dilaporkan adalah kesemutan di seluruh tubuh. Hal ini dibenarkan oleh dokter spesialis neurologi, dr. Nurul Rakhmawati, Sp.N dalam program Hidup Sehat tvOne, Rabu, 21 Juli 2021.

"Beberapa kondisi pasien yang negatif COVID-19 salah satunya neuropati," kata Nurul.

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

Dijelaskan Nurul, neuropati ada yang bisa berbahaya dan tidak. Namun yang perlu diwaspadai adalah Guillain-Barre syndrome (GBS), lantaran dapat membahayakan pasien.  GBS adalah penyakit langka yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang saraf-saraf tubuh.

"Bahaya itu GBS rasa baal dari bawah naik ke atas sebabkan kelumpuhan juga. Beberapa kondisi infeksi GBS salah satunya COVID-19 akan menyerang imun yang nantinya akan mempengaruhi saraf," jelas Nurul.

Lebih lanjut, untuk mengatasi GBS sendiri tidak bisa sembarangan. Pasien harus segera bertemu dengan dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan pengobatan.

"Ini juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan bisa menyebabkan henti napas," jelas Nurul.

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut