Kolom Prof Tjandra: Perkembangan Pandemi COVID-19 dan Tuberkulosis
- satgas covid-19
Di sisi lain masih diperlukan bukti ilmiah lanjutan untuk mengetahui apakah COVID-19 dapat memperburuk atau membuat TB jadi kambuh. Juga dibahas tentang kemungkinan risiko skoring baik bagi COVID-19 maupun bagi TB.
Dapat disampaikan di sini bahwa sebelum adanya pandemi COVID-19 maka tantangan program pengendalian TB adalah antara lain keterbatasan akses ke pelayanan kesehatan, infeksi HIV, resistensi M. tuberculosis dan aspek sosio ekonomi.
Khusus tentang resitensi ini maka pada bulan Juni 2021 Thailand sudah berhasil keluar dari daftar negara dengan beban tinggi MDR/RR-TB (“high MDR/RR-TB burden countries”), sementara Indonesia masih masuk dalam semua daftar, yaitu “global lists of high-burden countries for TB”, “HIV-associated TB” dan juga “drug-resistant TB”. Tentu akan amat baik kalau Indonesia juga dapat mengikuti jejak Thailand dan setidaknya keluar dari satu diantara tiga daftar TB terbanyak di dunia ini.
Dapat disampaikan bahwa delapan negara di dunia menyumbang dua pertiga kasus di dunia, yaitu India (26%), Indonesia (9%), China (8%), Filipina (6%), Pakistan (6%), Nigeria (4%), Bangladesh (4%) dan Afrika Selatan (4%).
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/ Guru Besar FKUI
Mantan Direktur WHO Asia Tenggara dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes
